nasional

Halal Bihalal Forum Indonesia Damai Siap Menjadi Kekuatan Peyeimbang Pemeritahan Baru

Minggu, 5 Mei 2024 | 16:42 WIB
Halal Bihalal Forum Indonesia Damai Siap Menjadi Kekuatan Peyeimbang Pemeritahan Baru

NAWACITAPOST.COM - Para tokoh agama yang tergabung dalam forum Indonesia Damai (FID) menggelar Halal bihalal sekaligus tindak lanjut pertemuan rutin dari para tokoh agama yang terbentuk sejak jelang Pemilihan presiden 2024 yang lalu bertempat di aula ke-uskupan Katedral Jakarta Pusat pada Sabtu, (4/5/24).

Tampak hadir dalam halal bihalal tersebut diantaranya Sohibul hajat, Kardinal Ignatius Suharyo, Pemimpin Spiritual Nusantara Sri Eko Sriyanto Galgendu, Romo Antonius Suyadi, dari Komisi HAAK KAJ, Pendeta Gomar Gultom Ketua Umum PGI, Budi S. Tanuwibowo, Ketua Matakin, Engkus Ruswana Ketua MLKI, Wisnu Bawa Tenaya PH. PHDI, Drs.Piandi Ketua Permabudhi, Azisoko FPID.

Romo Ignatius Suharyo saat didaulat memberikan sambutan sebagai tuan rumah mengatakan bahwa FID pertama kali dilaksanakan di tempat ini, dan hingga pertemuan hari ini sudah berlangsung tujuh kali, dan pertemuan kali ini dalam rangka syawalan atau halal bihalal.

Romo Suharyo dengan suara khasnya yang lembut juga menyampaikan bahwa KWI tahun 2024 ini memasuki usianya yang ke 100 tahun. Romo Suharyo mengingat kembali kehadiran KWI di era Orde Baru, bagaimana situasi politik ketika itu.

Baca Juga: Kuota Indonesia Sudah Terpenuhi, Kemenag: Jangan Tertipu Tawaran Berangkat dengan Visa Non Haji

Pemilu hanya sekedarnya saja, padahal hasilnyapun sudah diketahui. Terkait persoalan tersebut, KWI membuat analisa sosial hampir diseluruh kehidupan dan kemudian mengeluarkan pernyataan sikap bahwa tidak memilih tidak berdosa.

Kemudian lahirlah era Reformasi 1997-1998, KWI melihat akan adanya perubahan kondisi bangsa. Namun, tak bisa dipungkiri saat ini justru masalah korupsi begitu parah dan sangat mengkuatirkan, belum lagi masalah penghargaan akan harkat manusia masih marak terjadi ini terlihat masih banyaknya perdagangan manusia.

Untuk itu lanjut Romo Suharyo dalam usia 100 tahun ini KWI akan kembali mengeluarkan analisa sosial dengan meminta pertimbangan para ahli dari berbagai bidang.

“Kompas menerbitkan analisis dan hukum serta Isi catatan catatan hukum ini sangat menarik, seperti kasus Sambo kalau ngga ditulis wartawan tidak akan terbongkar,” tandasnya.

Baca Juga: Kemenag Rilis Jadwal Pemberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji, 22 Kloter Terbang 12 Mei

Tentang korupsi juga disuarakan pimpinan Hindu Wisnu Bawa Tenaya Ketua umum PHDI, korupsi dan oligarki merusak bangsa. Namu, Wisnu meminta agar tetap mendoakan pemimpin baru agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan janji yang disampaikan.

Sementara Kyai Marsudi Syuhud perwakilan dari MUI yang sekaligus sebagai tokoh Islam mencoba memaparkan asal muasal istilah Halal Bihalal yang hanya ada di Indonesia tidak ada di negara manapun. Lebih lanjut Pak Kyai ini menjelaskan bahwa Halal Bihalal atau halal halalan ini muncul saat Presiden Soelkarno waktu itu. Di mana kondisi negara sedang tidak baik-baik saja.

Berangkat dari kondisi bangsa yang bisa dikatakan runyam tersebut lalu Soekarno memanggil Kyai Wahab Abdullah yang intinya meminta bagaimana menyatukan berbagai pandangan dan kelompok di bangsa ini agar tetap menyatu.

Maka, Kyai Wahab mencetuskan istlah halal halalan yang diambil dari akar budaya bangsa yang suka kumpul, maka dikumpulkan semua stoke holder ketika itu di istana presiden pada tahun 1948, dan itu sebagai tonggak pertama halal bihalal yang intinya tempat atau moment menyatukan berbagai pendapat tetapi tetap satu.

Halaman:

Tags

Terkini