NAWACITAPOST.COM - Seorang tokoh dari Kepulauan Nias, Faigiziduhu Ndruru, menyampaikan keprihatinannya terkait kegagalan putra-putri Nias untuk terpilih sebagai anggota DPR RI dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. Menurutnya, kegagalan ini sebenarnya merupakan bukti dari kegagalan kepala daerah di Kepulauan Nias untuk berperan aktif dalam membangun daerah mereka.
Faigiziduhu Ndruru berpendapat bahwa para kepala daerah seharusnya tidak hanya fokus pada kemampuan daerah mereka sendiri. Menurutnya, kepala daerah juga harus memahami pentingnya intervensi politik dari pemerintahan pusat, terutama melalui anggota DPR RI yang memiliki peran dalam kebijakan, undang-undang, anggaran, dan pengawasan.
Menurut Faigiziduhu Ndruru, intervensi positif dari pemerintah pusat, terutama melalui DPR RI, dapat mempengaruhi pembangunan yang lebih baik di Kepulauan Nias dengan memaksimalkan alokasi anggaran untuk daerah tersebut. "Sayangnya, tidak ada satu pun putra-putri Nias yang ikut dalam kompetisi politik pemilihan legislatif daerah pemilihan (dapil) 2 Sumatra Utara (Sumut) (lolos ke Senayan), ini memprihatinkan!" kata Faigiziduhu Ndruru, di Jakarta, Jumat (19/4/2024).
Faigiziduhu Ndruru menyayangkan tidak ada satu pun putra-putri Nias yang terpilih sebagai anggota DPR RI. Hal ini menurutnya merupakan suatu kekecewaan bagi masyarakat, karena seharusnya para kepala daerah menjadi contoh dalam memberikan dukungan moral kepada putra-putri Kepulauan Nias yang berkompetisi dalam pemilihan legislatif.
Baca Juga: Inisiator Nias Pulau Impian, Faigiziduhu Ndruru: Marinus Gea Layak Mendapatkan Penghargaan
Dia menegaskan bahwa ini bukan masalah ras atau suku, tetapi lebih pada kebutuhan akan perhatian yang serius terhadap pembangunan di Kepulauan Nias. Faigiziduhu Ndruru berharap bahwa masyarakat dapat memperhatikan tindakan dan sikap para kepala daerah yang gagal mendukung putra-putri Nias untuk duduk di DPR RI.
"Maka pantas bagi masyarakat untuk meragukan niat dari kepala daerah yang seharusnya menjadi contoh untuk memberikan dukungan moral kepada para putra-putri Nias yang berkompetisi dengan para calon yang dari luar Pulau Nias," kata Faigiziduhu Ndruru.
Faigiziduhu Ndruru juga menyoroti bahwa dalam Pemilu sebelumnya, terjadi hal serupa di mana tidak ada putra-putri Nias yang terpilih menjadi anggota DPR RI. Di sisi lain, dia juga mengajak para calon legislatif ke depan untuk mempertimbangkan kapasitas dan elektabilitas mereka sebelum mendaftar, agar bisa terpilih.
Sebagai catatan untuk pemilu selanjutnya, Faigiziduhu Ndruru mengatakan, calon legislatif harus benar-benar memiliki kapasitas dan basis keterpilihan yang kuat. Sehingga, mereka dapat menjadi tokoh yang diakui dan mampu memperjuangkan kepentingan Kepulauan Nias di tingkat nasional.
Baca Juga: Beesokhi Ndruru Sebut Marinus Gea Sebagai Bapak Pariwisata Kepulauan Nias
"Bagi caleg Ono Niha pada 2029, agar mengukur diri apakah memang betul-betul punya kapasitas, dan elektabilitas. Kemudian daya dukung partai. Sebab, patut disayangkan beberapa caleg yang mengisi punya peluang, tapi partainya tidak lolos parliamentary threshold. Sehingga, dengan demikian kalau tidak betul-betul kuat, ini juga menjadi alasan bagi pemilih untuk tidak memilih mereka," kata Faigiziduhu Ndruru.