NAWACITAPOST.COM - Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, dikenal sebagai sosok yang humoris. Tokoh Nahdlatul Ulama ini seringkali menyajikan guyonan yang tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga mengandung makna mendalam.
Dilansir dari NU Online pada Selasa (16/4/2024), dalam sebuah seminar, Gus Dur membagikan sebuah cerita yang menggambarkan pandangannya tentang perbedaan antara negara-negara yang pernah dijajah. Beliau mengatakan bahwa Belanda bukanlah sebuah negara yang besar.
Menurutnya, Belanda tidak memiliki modal dan pemikir-pemikir ulung, sehingga mereka tidak memberikan kontribusi apapun kepada negara-negara yang pernah mereka jajah, bahkan sebaliknya, mereka merampok habis-habisan.
Berbeda dengan India yang dijajah oleh Inggris, atau Filipina yang dijajah oleh Amerika. Negara-negara penjajah tersebut memberikan sesuatu kepada negara yang dijajah, seperti sistem hukum yang lebih teratur, dan lain-lain.
Baca Juga: Deteksi Dini Kanker Rahim dan Penyakit Tidak Menular, Lapas Balikpapan ikuti Pemeriksaan Kesehatan
"Dari sinilah muncul pemikiran gila, supaya Inggris dan Amerika memberikan sesuatu kepada kita," ujar Gus Dur.
Seorang teman Gus Dur kemudian bertanya, "Bagaimana caranya?"
"Kita nyatakan perang melawan Inggris dan Amerika!" jawab Gus Dur dengan lantang.
Teman Gus Dur heran, "Lho, kenapa begitu?"
"Logikanya kita kan pasti kalah, jadi kita akan dijajah lagi oleh Amerika dan Inggris," jelas Gus Dur.
Namun, Gus Dur menambahkan dengan senyum khasnya, "Masalahnya sekarang, bukankah kalau kita kalah?"
"Lalu apa masalahnya, Gus?" tanya temannya.
"Masalahnya adalah bagaimana kalau Indonesia yang menang???" celetuk Gus Dur dengan selorohnya.
Dalam guyonan sederhana tersebut, Gus Dur menggambarkan pandangannya tentang realitas politik dan perang.
Humornya bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga untuk mengajak kita merenungkan makna di balik kata-katanya.