nasional

TNI AL Bongkar Kasus Penghilangan Nyawa Calon Bintara di Nias Selatan

Senin, 1 April 2024 | 16:23 WIB
Iwan Sutrisman Telaumbanua (IST), warga Desa Lahusa Idanotae, Kecamatan Idanotae, Kabupaten Nias Selata (Foto: medsos instagram)

NAWACITAPOST.COM - Pada tanggal 25 Maret 2024, sebuah laporan menggemparkan datang dari warga Desa Lahusa Idanotae, Kecamatan Idanotae, Kabupaten Nias Selatan, kepada Posal Gunung Sitoli.

Laporan itu berisi kehilangan anggota keluarga dari seorang warga berinisial LT (48).

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Letda Laut Joni Wanto Harefa menerima laporan tersebut dan langsung meminta LT untuk membuat laporan resmi di Mako Lanal Nias.

Dalam laporan tersebut, LT menceritakan bahwa anaknya, IST (22), telah hilang kontak sejak tanggal 22 Desember 2022.

Pada tanggal 16 Desember 2022, IST berangkat dari Nias menuju Padang bersama Serda AAM, yang bertugas di Denpom Lanal Nias.

Baca Juga: Cegah TPPO, Imigrasi Karawang Gelar Sosialisasi dan Bentuk Desa Binaan

IST sebelumnya telah mengikuti seleksi calon bintara di Lanal Nias pada tahun 2022, namun tidak lulus.

Namun, Serda AAM menjanjikan kepada keluarga IST bahwa bisa membantu meloloskan IST tanpa tes dengan imbalan uang sebesar lebih dari 200 juta rupiah, yang diserahkan secara bertahap oleh keluarga IST kepada Serda AAM.

Dari hasil penyelidikan, pada tanggal 28 Maret 2024, TNI AL berhasil menangkap dan memeriksa Serda AAM.

Dari pengakuan Serda AAM, diketahui bahwa dia bersama seorang warga sipil telah menghilangkan nyawa IST pada tanggal 24 Desember 2022 dengan cara ditusuk di bagian perut menggunakan pisau, dan mayatnya dibuang di jurang daerah Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat.

Dengan temuan tersebut, Lanal Nias melakukan koordinasi dengan Lantamal II Padang dan Koarmada I untuk proses hukum selanjutnya, yang dilimpahkan ke Lantamal II Padang sesuai dengan tempat kejadian perkara.

Baca Juga: Waspada! Penipuan Nomor Whatsapp 087748312307 Gunakan Foto Profil Pj Gubernur Banten Al Muktabar

Berdasarkan rilis yang diterima Nawacitapost, TNI AL menegaskan bahwa rekrutmen prajurit TNI AL tidak dipungut biaya apapun dan tanpa gratifikasi. TNI AL juga berkomitmen untuk memberikan sanksi setimpal terhadap pelaku dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Keluarga korban berharap agar jenazah IST dapat ditemukan dan dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan dengan penghormatan yang layak.

Halaman:

Tags

Terkini