NAWACITAPOST.COM - Penerapan pungutan sebesar Rp 150 ribu untuk setiap wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali sejak 14 Februari 2024 belum mencapai tingkat kepatuhan yang maksimal. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, baru sekitar 40% traveler yang terkena kebijakan tersebut.
"Baru 40% yang baru melakukan pembayaran pungutan wisman sejak peraturan ini berlaku," kata Sandiaga, dikutip Selasa (26/3/2024).
Sandiaga mengatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan tingkat kepatuhan melalui sosialisasi agar peraturan ini dapat lebih ditegakkan di lapangan. Dana yang terkumpul dari pungutan ini akan diprioritaskan untuk penanganan sampah di Bali.
Sandiaga Uno menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi melalui berbagai instansi terkait dan stakeholder pariwisata lainnya. "Kami terus sosialsiasi melalui lintas kementerian/lembaga dan juga stakeholder pariwisata lainnya," kata dia.
Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran Siap Tempur di MK: Otto Hadapi Anies, Yusril Lawan Ganjar
Banyak penyedia aplikasi dan stakeholder pariwisata yang ingin membantu dalam pemungutan pungutan ini. Sandiaga menyebutkan bahwa sosialisasi akan dilakukan ke pasar utama di Australia, Singapura, India, dan Malaysia, dengan harapan dapat mencapai 80% lebih wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali.
Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun, menyatakan bahwa kebijakan pungutan ini membutuhkan sosialisasi yang lebih gencar. Selama ini, sosialisasi telah dilakukan oleh berbagai instansi, termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Luar Negeri, dengan mengundang duta besar Indonesia dari berbagai negara.
Untuk mencapai realisasi pungutan sebesar 100%, Pemerintah Provinsi Bali akan menambah konter di terminal domestik. Hal ini dilakukan karena ada wisatawan mancanegara yang masuk melalui terminal domestik.
Baca Juga: Yusril Ihza Mahendra: Kubu Paslon 1 dan 3 Sulit Menangkan Gugatan Sengketa Pemilu di MK
"Sebulan ini kami sudah mengajukan ke pihak Angkasa Pura untuk menempatkan konter di kedatangan domestik sebagai bahan masukan dari wisatawan asing yang melaluui Jakarta atau jalan lain yang menuju ke Bali," kata Tjok Bagus.