nasional

Menkeu Suahasil Dorong ADB-Danantara Kolaborasi Kelola Dana Jumbo USD30 Miliar

Rabu, 30 September 2026 | 21:45 WIB

NAWACITAPOST.COM — Menteri Keuangan Suahasil Nazara melakukan langkah diplomasi ekonomi strategis dengan menerima kunjungan kehormatan Vice President Asian Development Bank (ADB) untuk East and Southeast Asia, and the Pacific, Scott Morris, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
 
Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi panggung Krusial bagi Indonesia dalam mengamankan serta mengarahkan komitmen pendanaan fantastis bernilai puluhan miliar dolar Amerika Serikat untuk menggerakkan roda pembangunan nasional.

Kabar mengenai momentum diplomasi finansial bernilai tinggi tersebut disiarkan langsung melalui akun Instagram resmi Kementerian Keuangan, @menkeuri, pada Rabu (30/9/2026).
 
 
Dalam unggahan tersebut, terungkap bahwa ADB siap menggelontorkan dana jumbo sebesar USD30 miliar—atau setara ratusan triliun rupiah—guna mengakselerasi agenda pembangunan mendesak di seluruh kawasan Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan.
 

"Dalam pertemuan tersebut, @adb_hq menyampaikan rencana penguatan kerja sama dengan Sekretariat ASEAN melalui nota kesepahaman (MoU) baru yang diharapkan dapat ditandatangani pada KTT ASEAN mendatang," tulis keterangan resmi Kemenkeu melalui akun Instagram @menkeuri.

Lembaga perbankan multilateral yang berbasis di Manila tersebut menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh prioritas kawasan.
 
 
"ADB juga menyampaikan komitmen pendanaan sebesar USD30 miliar untuk kawasan ASEAN dalam beberapa tahun ke depan. Pendanaan tersebut akan disalurkan melalui program di masing-masing negara sesuai prioritas pembangunan, termasuk Indonesia," lanjut narasi resmi unggahan tersebut.
 

Menanggapi kucuran dana raksasa yang siap mengalir ke tanah air, Menteri Keuangan Suahasil Nazara langsung mengambil respons ofensif dengan mendorong terobosan kolaborasi yang jauh lebih inklusif, progresif, dan berdampak masif.
 
Menkeu Suahasil menegaskan bahwa kemitraan strategis ini tidak boleh berhenti pada proyek-proyek tingkat pusat belaka, melainkan harus menancap kuat hingga ke struktur ekonomi daerah serta melibatkan entitas pengelola investasi nasional, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
 

"Menkeu menyambut baik komitmen tersebut dan mendorong perluasan kolaborasi ADB dengan pemerintah daerah dan Danantara," bunyi pernyataan dalam unggahan akun @menkeuri.
 

Lebih lanjut, Menkeu Suahasil memberikan penekanan krusial terkait tata kelola dan efektivitas skema finansial yang akan diterapkan agar tidak menjadi beban di masa depan.
 
"Menkeu juga menekankan pentingnya pembiayaan yang efisien untuk mendukung proyek pembangunan dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat," tambah keterangan tersebut.

Melalui arah kebijakan tegas yang diusung Menteri Keuangan Suahasil Nazara, sinergi tiga pilar antara ADB, Pemerintah Daerah, dan Danantara diyakini bakal menjadi pengungkit utama percepatan infrastruktur, transisi energi, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
 
Penekanan pada efisiensi pembiayaan ini diharapkan memastikan bahwa setiap unit dana yang dialokasikan mampu terkonversi secara optimal menjadi pertumbuhan ekonomi riil dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Tags

Terkini