nasional

Gebrakan Baru Bansos: Teknologi Scan Wajah Resmi Digunakan demi Akurasi Data Penerima

Jumat, 25 September 2026 | 19:11 WIB
Menyoroti wacana sistem scan wajah untuk para penerima Bansos pada September 2026 yang berhubungan dengan verifikasi data DTSEN. (Instagram.com/@beritaterkinismr)

NAWACITAPOST.COM — Pemerintah Indonesia resmi menempuh langkah transformatif dalam tata kelola penyaluran bantuan sosial (bansos).
 
Memasuki akhir September 2026, Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mulai mengintegrasikan teknologi pemindaian biometrik wajah (face recognition) guna memastikan seluruh program bansos tepat sasaran dan memangkas potensi penyimpangan data.

Langkah strategis ini menandai era baru digitalisasi sistem perlindungan sosial nasional, yang menghubungkan langsung fitur biometrik penerima manfaat dengan basis data kependudukan terpusat.
 
Baca Juga: Kondisi Membaik, Dua Siswi Karo Diduga Korban Keracunan MBG Diizinkan Pulang

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan bahwa penerapan teknologi canggih ini berfokus penuh pada pembenahan validitas data di tingkat dasar agar tidak ada lagi ketimpangan distribusi.

"Sekarang tahap pertama adalah untuk mengakurasikan data penerima bantuan sosial dengan face recognition," ujar Tito kepada awak media saat ditemui di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Pernyataan senada diungkapkan oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Pihaknya menyiapkan infrastruktur biometrik wajah ini sebagai instrumen kunci untuk memverifikasi identitas penerima bantuan secara mutlak berbasis data resmi pemerintah.
 
Kendati demikian, Kemensos mengimbau masyarakat agar tidak panik, sebab implementasi pemindaian wajah ini tidak serta-merta mewajibkan seluruh penerima bansos saat ini untuk langsung melakukan registrasi seketika.
 
Baca Juga: Langkah Berani Prabowo Copot Purbaya, Mahfud MD Puji Profesionalisme Suahasil Nazara
 
Momen ini merupakan bagian dari proses perluasan mekanisme digital secara bertahap dan terukur.

Perluasan Uji Coba hingga Target Nasional 2027

Pengembangan sistem verifikasi berbasis AI ini telah melalui fase krusial. Berdasarkan rekam jejaknya, uji coba sistem digitalisasi telah sukses digelar di Kabupaten Banyuwangi sebelum akhirnya diperluas ke 42 kabupaten/kota di Indonesia.
 
Pemerintah menetapkan target agresif untuk memperluas cakupan uji coba hingga menembus lebih dari 250 kabupaten/kota, sebagai pijakan menuju pendaftaran dan penerapan penuh secara nasional pada 2027 mendatang.

Secara teknis, penggunaan biometrik wajah difungsikan untuk mempercepat pencocokan identitas personal dengan Sistem Informasi Kependudukan.
 
Baca Juga: Karhutla di Jawa Timur Belum Usai: 1.000 Hektare Gunung Buthak dan Kawinajang Membara
 
Validasi kelayakan penerima kelak tidak lagi berpatokan pada pemeriksaan lapangan secara manual oleh petugas, melainkan diproses otomatis oleh sistem terintegrasi lintas basis data pemerintah.
 
Melalui skema terukur ini, pemerintah bertekad meminimalisasi dua celah klasik: exclusion error (warga miskin yang belum terdaftar) dan inclusion error (penerima tidak layak yang masih bertengger di daftar bantuan).

Keseriusan pemerintah dalam pembenahan data terbukti dari hasil pemutakhiran dua tahun terakhir, di mana Kemensos mencatat lebih dari 4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru berhasil ditemukan dan dimasukkan ke dalam sistem perlindungan sosial.

Mekanisme Pengecekan dan Pemutakhiran Data Masa Transisi

Di tengah proses penyempurnaan teknologi biometrik ini, mekanisme pelayanan publik tetap berjalan normal.
 
Baca Juga: Dua Tahun Dua Menkeu, Ketua Komisi XI DPR RI Tegaskan Prabowo Cari Figur Terbaik
 
Masyarakat luas masih dapat memeriksa status kepesertaan bansos secara mandiri melalui portal resmi Cek Bansos Kemensos menggunakan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terhubung dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Selain itu, skema baru ini nantinya menyertakan fitur partisipasi publik, yang memungkinkan masyarakat mengajukan sanggahan maupun mengusulkan diri secara transparan jika menemukan ketidaksesuaian di lapangan.
 
Hingga berita ini diturunkan, proses verifikasi dan pemutakhiran data penerima bansos terus dikebut di berbagai wilayah Indonesia.

Bantu Bangkitkan Media & Jurnalis Terdampak Gempa NTT

Promedia Group berkolaborasi dengan Yayasan Permata Flores memfasilitasi dukungan bagi jurnalis dan media lokal yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Dukungan Anda sangat berarti untuk membantu pemulihan sarana serta operasional para jurnalis di lapangan. Bantuan dana tali asih dapat disalurkan melalui:

Bank BRI: 225701005978532
a.n. Yayasan Permata Flores

Mari bersatu padu membantu para pejuang informasi kembali berkarya.

Tags

Terkini