nasional

Modal Asing Tembus Rp140,7 Triliun, Menkeu Suahasil Nazara Pacu Strategi Fiskal Dramatis

Kamis, 24 September 2026 | 16:16 WIB
Suahasil Nazara Menteri Keuangan Republik Indonesia. (Dok. Kementerian Keuangan)

NAWACITAPOST.COM — Di tengah badai dan ketidakpastian ekonomi global yang kian gonjang-ganjing, sinyal positif justru berembus kencang dari pasar keuangan domestik.
 
Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa para investor asing mulai mengalihkan pandangannya dan gencar menanamkan modal ke Indonesia.

Hingga 14 September 2026, akumulasi arus modal asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia tercatat menembus angka fantastis, yakni Rp140,7 triliun.
 
Baca Juga: Langkah Berani Prabowo Copot Purbaya, Mahfud MD Puji Profesionalisme Suahasil Nazara
 
Amunisi dana segar tersebut didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Perubahan tren ini menjadi bukti ketahanan ekonomi nasional yang tetap memikat di mata pasar global.

"Kalau beberapa bulan lalu kita masih melihat aliran modal keluar, di beberapa waktu terakhir kelihatan mulai masuk," kata Suahasil.

"Sampai dengan 14 September, minggu yang lalu, akumulasi aliran modal masuk itu Rp140,7 triliun, lewat SBN dan SRBI," jelasnya.
 
Baca Juga: Karhutla di Jawa Timur Belum Usai: 1.000 Hektare Gunung Buthak dan Kawinajang Membara

Menanggapi dinamika pasar internasional yang penuh gejolak, Suahasil menegaskan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi secara konsisten demi mempertahankan kepercayaan para pemodal.

"Inilah satu pengelolaan ekonomi makro yang harus kita jaga,” ujarnya.

Gebrakan Tiga Jurus Fiskal

Guna menggaet lebih banyak arus investasi asing, Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara menyiapkan tiga strategi fiskal krusial.

Strategi pertama berfokus pada optimalisasi penerimaan negara dan peningkatan rasio pajak (tax ratio).
 
Baca Juga: Dua Tahun Dua Menkeu, Ketua Komisi XI DPR RI Tegaskan Prabowo Cari Figur Terbaik
 
Langkah ini ditempuh melalui penguatan kepatuhan wajib pajak, perluasan basis perpajakan, serta optimalisasi sistem Coretax agar berjalan efektif dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital global.

Kedua, pemerintah memperketat kualitas belanja negara. Menkeu Suahasil menekankan bahwa APBN harus dibelanjakan secara tajam, efisien, dan tepat sasaran, yang diperkuat lewat harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Ketiga, memacu skema pembiayaan yang lebih inovatif guna menopang rancangan APBN yang tetap ekspansif namun tetap terjaga kesehatannya.

"Kami mengeluarkan berbagai macam pembiayaan yang lebih inovatif supaya bisa berperan menjaga kesehatan APBN," jelas Suahasil.
 
Baca Juga: Geger Isu Menkeu Suahasil Korupsi Rp500 Triliun, Kemenkeu Tegaskan Itu Hoaks!

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Melalui kombinasi penguatan modal asing dan efektivitas strategi fiskal tersebut, Suahasil memasang target optimistis untuk pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada 2027.
 
Demi mencapai angka tersebut, sektor investasi dituntut untuk melaju lebih kencang hingga menyentuh kisaran 7 persen.

"Untuk tahun depan, kita memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen dengan investasi yang perlu tumbuh di sekitar 7 persen, kalau bisa lebih," jelasnya.

Langkah berani ini menegaskan peran vital investasi sebagai mesin utama penopang akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Tags

Terkini