nasional

Karhutla di Jawa Timur Belum Usai: 1.000 Hektare Gunung Buthak dan Kawinajang Membara

Sabtu, 19 September 2026 | 19:07 WIB
Menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang di wilayah Jawa Timur. (Instagram.com/@amazingmalang)

NAWACITAPOST.COM — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur kian mengkhawatirkan dan belum menunjukkan tanda-tanda usai.
 
Belum usai trauma publik atas karhutla yang sempat menghanguskan kawasan Gunung Bromo dan Gunung Lawu, kini amukan si jago merah justru makin meluas dan membakar sekitar 1.000 hektare lahan di kawasan Gunung Buthak, Kabupaten Malang, serta Gunung Kawinajang, Kabupaten Blitar.

Ancaman pun kian nyata setelah titik api baru terdeteksi membakar sekitar 50 hektare area Gunung Wilis di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.
 
Baca Juga: Momen Haru Relawan di Kalbar: Tangis Bahagia Sujud Syukur Menyambut Guyuran Hujan
 
Amukan api yang terus menjalar di beberapa puncak gunung ini mempertegas kondisi darurat karhutla yang masih mengintai wilayah Jawa Timur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengungkapkan bahwa titik api di Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang pertama kali terdeteksi dari pemantauan udara menggunakan helikopter PK-DAP pada 13 September 2026.
 
Api yang bermula dari area puncak dengan cepat merambat dan membesar, memaksa petugas mengerahkan operasi water bombing untuk pemadaman dari udara.

Sejauh ini, helikopter telah merilis sebanyak 16.000 liter air dalam 16 kali pengeboman air. Namun, ganasnya angin dan cuaca ekstrem menjadi penghalang utama tim pemadam di lapangan.
 
Baca Juga: Pusat Pusaran Kasus HGB Summarecon Bogor, Mantan Bupati Kebumen Gus Arif Ditangkap KPK

"Pada hari Selasa, kita juga sempat melakukan dua kali water bombing dengan 2000 liter air yang dicurahkan," ungkap Gatot dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).
 
"Tapi, karena kondisi cuaca dan angin yang sangat kencang pada hari itu. Akhirnya, water bombing tidak bisa dilanjutkan," sambungnya.

Ganasnya laju api membuat bentang alam di dua gunung tersebut hangus tak tersisa dalam rentang waktu singkat.

"Hingga saat ini, luas area terdampak kebakaran hutan di kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang telah mencapai sekitar 1.000 hektare," beber Gatot.
 
"Saat ini tim gabungan juga masih terus memantau perkembangan kebakaran di area ini," tambahnya.
 
Baca Juga: Ketegasan Wali Kota Bekasi: 24 ASN Dipecat dan Puluhan Lainnya Terancam Sanksi Disiplin

Sementara itu, untuk penanganan karhutla di kawasan Gunung Wilis Kabupaten Nganjuk yang terdeteksi sejak Rabu (16/9/2026), tim gabungan menerapkan strategi lokalisasi guna menahan laju perimeter api agar tidak kian meluas.

"Kebakaran itu kini terus ditangani oleh tim gabungan dengan membuat sekat bakar di 4 titik, yakni, di Ngongkrok, Ngunut, Lungur Cilik/Sedepok dan Candi Laras," tandas Gatot.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BPBD, relawan, dan instansi terkait masih terus berjibaku melokalisasi titik api di tengah ancaman angin kencang dan medan yang terjal.

Tags

Terkini