nasional

Dua Meter Gelombang Gulung KM Virgo, Rinto Bertahan Empat Jam Terombang-Ambing di Laut Jawa

Senin, 14 September 2026 | 15:54 WIB
Menyoroti kesaksian penumpang yang selamat dari kecelakaan KM Virgo di perairan Laut Jawa. Berikut ini kisahnya. (Instagram.com/@pendakilawas)

NAWACITAPOST.COM — Suara retakan besi yang tajam memecah kesunyian perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
 
Bagi Rinto Harahap (33), bunyi tersebut menjadi awal dari tragedi mengerikan yang menimpa KM Virgo Transport 8 dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Kapal yang mengangkut 243 penumpang dan awak kapal tersebut dilaporkan mengalami insiden hingga terbalik setelah lima jam lepas jangkar dari Pelabuhan Tanjung Perak.
 
Baca Juga: Mencekam di Masalembo: Telisik Penyebab Kecelakaan KM Virgo Transport 8
 
Kementerian Perhubungan per Senin (14/9/2026) mencatat 107 orang berhasil diselamatkan, 6 jiwa dinyatakan meninggal dunia, sementara sisa penumpang lainnya masih dalam proses evakuasi dan pencarian oleh tim gabungan.

Rinto, warga asal Sumatera Selatan yang hendak menuju Kalimantan demi mengadu nasib, menceritakan detik-detik mencekam saat kapal mulai hilang kendali di tengah kejaran gelombang tinggi.

"Sekitar pukul 02.00 dini hari, mendengar suara seperti besi patah," ujar Rinto melalui unggahan akun Instagram @pendakilawas.

Dalam kondisi setengah tertidur, ia merasakan lambung kapal mulai oleng secara drastis. Beruntung, kewaspadaannya bergerak cepat.
 
Baca Juga: Update Korban KM Virgo: 69 Penyintas Dievakuasi ke Banjarmasin, Tim Medis Siagakan Tiga Zona
 
Sekitar dua menit setelah guncangan pertama, Rinto langsung bergegas keluar kabin untuk mengenakan pelampung (life jacket) dan berlari menuju bagian atas kapal.

Kepanikan hebat langsung pecah di dalam kapal. Di tengah gulita malam dan ombak setinggi lebih dari dua meter, banyak penumpang yang terbangun dalam keadaan panik luar biasa.

"Ada yang teriak. Kebanyakan masih ada yang tidur," ungkap Rinto di posko penanganan korban Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Dalam situasi yang kian kritis, kapal perlahan terbalik. Rinto bersama belasan penumpang selamat lainnya memilih bertahan berpegangan pada sisi kapal yang terapung di laut lepas.
 
Baca Juga: Jemput Bola di Salatiga, Kantor Imigrasi Semarang Amankan Paspor Ratusan Jemaah Haji
 
Berbekal pelampung dan sisa tenaga, mereka terombang-ambing selama empat jam di tengah cuaca buruk sebelum bantuan datang.

Perjalanan yang semula ia tempuh demi memenuhi panggilan wawancara kerja itu berubah menjadi perjuangan hidup dan mati.

"Saya ke sini panggilan kerja, Pak. Interview lagi," kenang Rinto, tak menyangka niatnya mencari nafkah nyaris merenggut nyawanya.

Laporan kecelakaan ini pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA, setelah kapal dilaporkan hilang kontak sejak pukul 02.00 WITA.
 
Rinto beserta puluhan korban selamat lainnya berhasil dievakuasi oleh KM Haida dan tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Minggu malam.
 
Baca Juga: Menantang Kepala BGN Rombak Dapur MBG: Kecilkan Dapur, Perluas Kesempatan Rakyat
 
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih terus menyisir perairan Laut Jawa untuk mencari korban yang belum ditemukan.

Tags

Terkini