nasional

Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, Pimpin Bank Sentral hingga 2031

Rabu, 2 September 2026 | 20:04 WIB

 

JAKARTA, NAWACITAPOST.COM – Kepemimpinan Bank Indonesia (BI) memasuki babak baru. Destry Damayanti resmi mengemban jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031 setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto, Rabu (2/9/2026).

Prosesi pengucapan sumpah jabatan tersebut menjadi agenda utama Bank Indonesia yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bank Indonesia. Dalam agenda yang berlangsung di Jakarta itu, Destry dilantik bersama dua anggota Dewan Gubernur BI lainnya.

Selain Destry, Aida S. Budiman resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Sementara Solikin M. Juhro dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Ketiganya akan menjalankan masa jabatan selama lima tahun untuk periode 2026–2031. 

Pengangkatan ketiganya berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 92/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Gubernur Bank Indonesia yang ditetapkan pada 1 September 2026. Ketua MA Sunarto memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan. 

Dalam sumpahnya, ketiga pimpinan BI menyatakan komitmen menjalankan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya serta penuh tanggung jawab. Mereka juga berjanji tidak memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pihak mana pun, serta tidak menerima pemberian maupun janji yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan kewenangan mereka. 

Pelantikan tersebut menandai dimulainya periode baru kepemimpinan bank sentral Indonesia. Destry kini menjadi Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo yang sebelumnya mengundurkan diri dari posisi tersebut. Destry sebelumnya menjabat Deputi Gubernur Senior BI.

Sebelum dilantik, ketiga nama tersebut telah melalui proses politik di DPR RI. Komisi XI DPR menyetujui Destry sebagai calon Gubernur BI, Aida sebagai Deputi Gubernur Senior, dan Solikin sebagai Deputi Gubernur setelah menjalani rangkaian uji kelayakan dan kepatutan. 

Dengan susunan baru tersebut, tantangan besar menanti kepemimpinan BI 2026–2031, mulai dari menjaga stabilitas nilai rupiah dan inflasi, memperkuat sistem keuangan, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. BI menyatakan akan terus memperkuat bauran kebijakan serta bersinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait, dengan tetap menjalankan mandatnya sebagai bank sentral.

Tags

Terkini