nasional

472 Suara! Gus Kikin Unggul Telak di Bursa Ketum PBNU, Nusron Tersingkir

Senin, 31 Agustus 2026 | 07:44 WIB
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Sumber foto: Istimewa

 

JOMBANG, NAWACITAPOST.COM — Persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 mulai mengerucut. Hasil tabulasi aspirasi peserta Muktamar ke-35 NU menempatkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai peraih suara terbanyak dengan 472 suara.

Namun, hasil tabulasi tersebut belum otomatis menjadi daftar final calon Ketua Umum. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap persyaratan pencalonan, terdapat perubahan komposisi lima besar yang kemudian diajukan ke Rais Aam terpilih untuk mendapat persetujuan. 

Berdasarkan hasil final yang diumumkan dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026) dini hari, lima nama yang memenuhi persyaratan adalah:

KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) – 472 suara

KH Zulfa Mustofa – 262 suara

KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) – 261 suara

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) – 258 suara

KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) – 155 suara 

Nusron sempat masuk lima besar, tetapi kemudian tersingkir

Menariknya, gambar rekapitulasi yang beredar menunjukkan KH Nusron Wahid berada di posisi kelima dengan 207 suara. Secara tabulasi aspirasi, Nusron memang masuk lima besar.

Namun, komposisi tersebut berubah setelah proses verifikasi persyaratan. Gus Rozin yang secara jumlah suara berada di bawah sejumlah nama lain akhirnya masuk daftar lima calon karena beberapa kandidat dengan perolehan suara lebih tinggi dinyatakan tidak memenuhi ketentuan pencalonan. 

Ketentuan pencalonan antara lain mensyaratkan calon pernah menjadi fungsionaris pengurus harian PBNU atau pimpinan badan otonom/lembaga tingkat PBNU, tidak sedang menduduki jabatan politik, tidak menjadi pengurus partai politik atau organisasi yang berafiliasi dengan partai politik dalam masa yang ditentukan, tidak pernah dikenai tindakan organisatoris, serta memperoleh persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih. 

Dengan aturan tersebut, Nusron Wahid dan sejumlah nama lain yang memperoleh suara lebih tinggi tidak masuk dalam lima calon final. Gus Rozin kemudian mengisi posisi yang ditinggalkan kandidat yang gugur karena persyaratan. 

Gus Kikin unggul jauh

Dari lima nama yang akhirnya diajukan, posisi Gus Kikin cukup menonjol. Ia memperoleh 472 suara, atau unggul 210 suara dari peraih posisi kedua, KH Zulfa Mustofa.

Jarak antara posisi kedua dan ketiga sangat tipis. Zulfa Mustofa hanya unggul satu suara dari Abdussalam Shohib, sedangkan Abdussalam Shohib unggul tiga suara dari Gus Yahya. Total perolehan lima calon final tersebut mencapai 1.408 suara.

Halaman:

Tags

Terkini