NAWACITAPOST.COM - Para dosen di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menghadapi tantangan yang cukup besar dalam menjalankan tugas mereka untuk mengajarkan materi tentang demokrasi dan etika di Indonesia.
Mereka mengakui bahwa kondisi saat ini di Indonesia tidak selaras dengan nilai-nilai yang seharusnya diajarkan kepada mahasiswa.
Dikutip dari akun media sosial Suara Waras yang menampilkan cuplikan tayangan Metro TV, sejumlah dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM Yogyakarta menyatakan kesulitan mereka dalam menyampaikan materi mengenai demokrasi dan etika.
Baca Juga: Tingkatkan Rasa Percaya Diri, Intip 10 Lagu Tema Self Love yang Bikin Semangat!
"Sekarang kalau mengajar demokrasi itu rada gimana gitu lidah rasanya gimana gitu karena praktek di luar kelas sama berbeda dengan apa yang kita ajari, apa yang kita diskusikan di dalam kelas," kata Amalinda Savirani selaku dosen Fisipol UGM
Mereka menyampaikan keluhan terkait rusaknya tatanan demokrasi di Indonesia, termasuk penggunaan instrumen negara yang bertentangan dengan prinsip demokrasi, serta minimnya praktik kenegaraan yang mencerminkan etika yang baik.
Tantangan ini membuat beban para dosen semakin berat dalam memberikan pengajaran yang berkaitan dengan demokrasi dan etika kepada mahasiswa.
Para dosen tersebut turut bergabung dengan kalangan akademisi dan masyarakat sipil lainnya dalam sebuah forum diskusi yang diadakan di Balairung UGM Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Mereka bersama-sama mencoba menggugat kondisi yang ada dan berupaya untuk mencari solusi atas tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang demokrasi dan etika.
"Kampus menjadi sangat penting untuk menjadi bagian dari pergerakan memperbaiki apa apa yang menjadi keliru dalam konteks politik makro poligami dan semuanya kembalinya orde baru," ujarnya.
Dalam kondisi seperti ini, peran para dosen menjadi sangat penting dalam membimbing mahasiswa untuk memahami nilai-nilai demokrasi yang sejati serta etika yang diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Meskipun menghadapi tantangan yang besar, para dosen tetap berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kondisi zaman. (****)