SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Cabang Kota Surabaya Tahun 2026 menetapkan Armuji sebagai Ketua Umum PTMSI Kota Surabaya masa bakti 2026–2030.
Armuji yang akrab disapa Cak Ji terpilih secara aklamasi dalam Muskotlub yang digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Leedon Hotel & Suites, Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 37, Surabaya.
Muskotlub menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi PTMSI Kota Surabaya. Salah satu agenda utamanya adalah memilih dan menetapkan Ketua Umum serta Tim Formatur yang selanjutnya mendampingi ketua terpilih dalam menyusun kepengurusan PTMSI Kota Surabaya periode 2026–2030.
Dalam pembacaan Berita Acara Laporan Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Umum PTMSI Kota Surabaya masa bakti 2026–2030, hasilnya mengerucut pada satu nama, yakni Armuji. Dengan dukungan yang memenuhi persyaratan pencalonan, Armuji kemudian ditetapkan sebagai calon tunggal.
Ketua panitia sekaligus caretaker PTMSI Kota Surabaya, Samsurin, mengatakan proses penjaringan telah dilakukan sesuai mekanisme organisasi. Dari sembilan klub resmi anggota PTMSI Kota Surabaya, delapan klub hadir dalam Muskotlub tersebut.
“Proses penjaringan dilakukan dan mengerucut satu nama yang mendaftar. Dan didukung 30 persen dari anggota PTMSI Kota Surabaya, maka kita tetapkan Pak Armuji sebagai calon tunggal dan forum meminta untuk aklamasi,” kata Samsurin.
Dengan demikian, forum kemudian menetapkan Armuji sebagai Ketua Umum PTMSI Kota Surabaya masa bakti 2026–2030 secara aklamasi.
Benahi Organisasi dan Hentikan Eksodus Atlet
Usai ditetapkan sebagai ketua umum, Armuji menegaskan bahwa pembenahan organisasi menjadi salah satu pekerjaan awal yang akan dilakukan.
Ia menyebut evaluasi terhadap kinerja kepengurusan sebelumnya perlu dilakukan, terutama berkaitan dengan persoalan atlet yang selama ini banyak memilih pindah dan membela daerah lain.
“Kedepan kita akan membenahi struktur organisasi, melakukan evaluasi kinerja kerja yang dahulu, di mana banyak atlet yang pindah ke luar kota,” ujar Armuji.
Menurut dia, PTMSI Surabaya juga harus membangun sistem pembinaan dan rekrutmen atlet yang lebih terbuka. Transparansi diperlukan agar proses pemilihan atlet tidak menimbulkan persoalan sekaligus memastikan seluruh atlet mendapatkan kesempatan yang adil.
“Dan kita akan melakukan satu transparansi dalam rekrutmen pemain, baik itu nanti dalam diklat maupun dalam kompetisi-kompetisi yang lainnya,” katanya.
Armuji menekankan transparansi tersebut diharapkan melahirkan iklim kompetisi yang sehat dan terukur.
“Supaya transparansi tersebut menimbulkan satu fair play dan semua bisa terukur. Karena ini adalah olahraga, prestasi olahraga yang terukur, bisa dilihat oleh semua orang,” tegasnya.