nasional

Punya Sertifikat Tanah, Cicilan Motor, Rumah Keramik: Selamat, Anda 'Kaya' di Mata Data

Rabu, 5 Agustus 2026 | 23:21 WIB
Infografis yang belakangan beredar luas di media sosial terkait Desil. Dok. Istimewa

Sebab publik bisa menangkap pesan yang sama sekali berbeda dari maksud metodologi statistik pemerintah.

Punya utang kok dianggap lebih sejahtera?

Ini bagian yang paling menggelitik.

Seorang buruh membeli motor secara kredit karena tempat kerjanya jauh.

Motor itu bukan simbol kemewahan. Bisa jadi justru alat produksi.

Seorang ibu mengambil pinjaman karena modal warungnya habis.

Seorang pekerja menggunakan paylater karena gajinya baru masuk akhir bulan.

Apakah mereka kaya?

Belum tentu.

Bahkan bisa jadi mereka justru sedang berada dalam kondisi rapuh secara finansial.

Karena itu, menjadikan keberadaan kredit atau cicilan sebagai narasi “penyebab desil tinggi” tanpa menjelaskan bobot, konteks, nilai aset, kemampuan membayar dan kondisi rumah tangga adalah penyederhanaan yang berbahaya.

Menariknya, pada Juli 2026, Dinas Sosial Sulawesi Barat memang mengungkap bahwa transaksi seperti kredit motor, gadai emas, pinjaman dan aktivitas judi online dapat berkaitan dengan perubahan status desil ketika dilakukan pemadanan/verifikasi DTSEN. 

Tetapi itu tidak sama dengan pernyataan bahwa “punya cicilan = kaya”.

Dua hal tersebut jangan dicampur.

Rp5 juta: kaya di mana?

Halaman:

Tags

Terkini