NAWACITAPOST.COM - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, mengeluarkan sindiran terkait simulasi makan siang gratis yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten.
Menurut Mahfud, simulasi tersebut tidak etis karena merupakan program dari calon presiden dan wakil presiden lainnya namun diimplementasikan sebelum pelantikan presiden baru setelah 20 Oktober mendatang.
"Seharusnya program itu tidak dibicarakan sekarang, menunggu presiden baru dilantik, apakah Anies, Prabowo, dan Ganjar yang memenangkan Pilpres," ujarnya, dikutip Minggu (3/3/2024).
Baca Juga: Cegah Panic Buying, Surabaya Cukupi Kebutuhan Pangan dengan Pasar Murah dan GPM
Mahfud juga mengkritik perbedaan pernyataan antara presiden dan menteri terkait program makan siang gratis. Ia menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah membahas program tersebut dalam sidang Kabinet, sementara menterinya membenarkan.
"Sekarang bicaranya beda-beda, presiden bilang tidak bicarakan itu, sementara menterinya bilang iya. Sekarang mulai tidak terkoordinasi isunya," tambah Mahfud.
Sebelumnya, Jokowi telah membantah membahas program makan siang dan susu gratis di sekolah serta pesantren dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/2/2024). Namun, program makan siang gratis tetap masuk dalam pembahasan rencana kerja pemerintah (RKP) dan RAPBN 2025.
Baca Juga: Menteri Tito Karnavian Apresiasi Wali Kota Surabaya dalam Peringatan HUT ke-105 Damkar
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa, juga menyatakan bahwa pemerintah masih menunggu hasil resmi pilpres dari KPU. Meskipun demikian, program ikonik dari presiden terpilih akan tetap masuk dalam pembahasan rencana kerja pemerintah (RKP) dan RAPBN 2025, termasuk program makan siang gratis.