"Indonesia itu sebagai Darussalam atau negara yang damai bukan Darul Islam. Semua adalah saudara, meskipun berbeda suku, bahasa dan agama sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika," ujar Said Agil seusai memberikan tausiyah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar NU Kota Depok di Pondok Pesantren Al-Manar Azhari, Limo, Kota Depok, Ahad (5/1).
Baca Juga: Larangan Bioskop di Aceh, MUI: Kecuali Filmnya Merusak, itu Haram
Dia melanjutkan, sesuai dengan sejarah bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan juga banyak andil ulama, kiai dan santri. "Jadi, kalau ada yang terkena bencana ya harus kita bantu tanpa lihat siapa dia," terang Said Agil.
Menurut Said Agil, tidak boleh ada permusuhan kecuali yang melanggar hukum sesuai dalam ayat Alquran. Pengecualian terjadi terhadap pembunuh, pemerkosa, bandar narkoba.
"Jadi, tidak cukup seseorang itu hanya belajar Alquran saja. Untuk memberikan pemahaman yang utuh dibutuhkan ilmu lainnya seperti, ilmu tafsir, hadis, dan ilmu lainnya. Seperti saat ini tentara kita yang sedang siap siaga menjaga perairan di Natuna. Kalau perang, ya kita perang untuk menjaga kedaulatan NKRI. Tentunya, banyak juga ayat Alquran tentang perang," paparnya.
Baca Juga: Dahlan Iskan Inginkan Tri Rismaharini Tiga Periode
Dia mengatakan, Al-Haqquddini benar dalam agama dan Al-Haqqul Wathoni benar dalam bernegara. "Untuk itu, saya mengajak untuk memperkuat nasionalisme dan beragama. Mari kita jaga keutuhan Bangsa Indonesia sesuai dengan UUD 45. Semoga Bangsa Indonesia tetap aman, damai dan rukun. Silakan menjalankan Pilkada dengan harmonis, aman dan damai," tutur Said Agil.