nasional

Akhir yang Hangat di Hari Raya, Lapas Muara Teweh Tutup Layanan Kunjungan dengan Nuansa Kebersamaan dan Kemanusiaan

Senin, 23 Maret 2026 | 18:10 WIB
Warga Binaan Lapas Muara Teweh Saat Bersama Keluarga

NAWACITAPOST.COM - Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti hari terakhir layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Teweh.

Momen perpisahan antara warga binaan dan keluarga menjadi gambaran nyata betapa pentingnya arti kebersamaan, meski dalam waktu yang terbatas. Senin, 23 Maret 2026.

Sejak pagi hingga berakhirnya layanan, pengunjung terus berdatangan dengan harapan dapat memanfaatkan kesempatan terakhir untuk bersilaturahmi. Tawa, haru, dan doa menyatu dalam setiap pertemuan, menciptakan suasana yang tidak hanya penuh makna, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.

Baca Juga: Kakanwil Ditjenpas Sumut Pastikan Layanan Prima di Hari Ke-2 Idul Fitri 1447 H, Kunjungi Sejumlah UPT

Pada hari terakhir pelaksanaan kunjungan, tercatat jumlah pengunjung pada sesi pagi sebanyak 189 orang, sementara pada sesi siang sebanyak 151 orang, sehingga total pengunjung mencapai 340 orang. Tingginya antusiasme ini menunjukkan besarnya perhatian keluarga terhadap warga binaan, khususnya dalam momentum Hari Raya Idul Fitri.

Petugas Lapas Muara Teweh dengan penuh dedikasi memberikan pelayanan terbaik, memastikan setiap proses kunjungan berjalan tertib, aman, dan nyaman. Di balik tugas pengamanan yang dijalankan, terselip kepedulian dan pendekatan humanis yang menjadikan momen ini terasa lebih hangat bagi seluruh pihak.

Selama tiga hari pelaksanaan layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri, Lapas Muara Teweh berhasil menghadirkan pelayanan yang optimal, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan tanpa mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga: Lakukan Pengawasan, Perwakilan Ditjenpas Sumut Kunjungi Lapas Kotanopan

Kepala Lapas Muara Teweh, Halasson Sinaga, menyampaikan bahwa layanan kunjungan di hari raya bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi ruang penting untuk memperkuat hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga.

“Kami menyadari bahwa momen Idul Fitri adalah waktu yang sangat berarti. Melalui layanan kunjungan ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang hangat dan penuh makna, sebagai bagian dari proses pembinaan yang menyentuh sisi kemanusiaan,” ujar Halasson Sinaga.

Ia juga menegaskan bahwa pelayanan yang humanis akan terus menjadi komitmen Lapas Muara Teweh dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.

Baca Juga: Sukacita Hari Kemenangan, Warga Binaan Muslim terima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri

Dengan berakhirnya layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Lapas Muara Teweh tidak hanya mencatat keberhasilan dari sisi pelaksanaan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang arti kebersamaan, harapan, dan kesempatan untuk menjadi lebih baik.

(Humas Lapas Muara Teweh)

Tags

Terkini