NAWACITAPOST.COM - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli terus berkomitmen melaksanakan pembinaan yang berkelanjutan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kamis, 05 Februari 2026.
Salah satu bentuk nyata pembinaan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan pembentukan karakter.
Kegiatan kepramukaan ini dilaksanakan secara terjadwal dan terarah dengan melibatkan WBP yang telah memenuhi persyaratan pembinaan.
Baca Juga: Komisi A DPRD Surabaya Evaluasi Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji
Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab,kepemimpinan, kerja sama, serta semangat kebangsaan kepada WBP sebagai bekal dalam proses reintegrasi sosial setelah selesai menjalani masa pidana.
Melalui aktivitas kepramukaan, WBP dibina untuk mengembangkan sikap mental yang positif, serta membangun kepercayaan diri.
Materi yang diberikan meliputi baris-berbaris, pembinaan karakter, kerja kelompok, wawasan kebangsaan, serta kegiatan keterampilan yang mendorong produktivitas dan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli menegaskan bahwa pembinaan kepramukaan merupakan sarana efektif dalam membentuk kepribadian WBP agar lebih bertanggung jawab dan siap kembali berperan aktif di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi pembinaan Pemasyarakatan yang humanis, berorientasi pada perubahan perilaku, dan selaras dengan tujuan sistem Pemasyarakatan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan mendapat pengawasan langsung dari petugas pembina. Diharapkan, melalui kegiatan kepramukaan ini, WBP tidak hanya memperoleh keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya nilai moral, etika, serta kepatuhan terhadap aturan.
Baca Juga: Wujud Peduli Sesama, Rutan Kelas IIB Sidikalang Salurkan Bantuan Sosial bagi Warga Sekitar
Lapas Kelas IIB Gunungsitoli akan terus mengoptimalkan berbagai program pembinaan kemandirian dan kepribadian guna menciptakan WBP yang produktif, berintegritas, dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nantinya.
(Humas Lagusit)