Menjelang akhir acara, dilakukan peluncuran buku Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta, yang diserahkan langsung oleh Dirjen Bimas Kristen kepada Menteri Agama RI sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa Natal tahun ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Kemenag. “Tidak ada Natal hari ini tanpa doa bagi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Ini adalah Natal bersama dalam sejarah Kementerian Agama, gabungan Natal Katolik dan Kristen. Kesatuan adalah kekuatan kita,” tegasnya.
Nasaruddin Umar juga menyampaikan refleksi mendalam tentang Indonesia sebagai “lukisan terindah ciptaan Tuhan” yang harus dijaga bersama. Ia menutup sambutan dengan makna simbolik lilin Natal. “Lilin rela melelehkan dirinya demi menerangi sekitarnya. Itulah teladan bagi kita semua dalam merawat Indonesia,” pungkasnya.
Perayaan Natal Bersama Kementerian Agama 2025 pun menjadi penegasan bahwa cinta kasih, harmoni, dan persatuan bukan sekadar slogan, melainkan nilai hidup yang terus dihidupi demi Indonesia yang damai dan utuh.