Mewakili tokoh masyarakat, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Adrianus Zega, mengatakan kehadiran museum ini memberikan kita kesempatan untuk tidak kehilangan identitas di tengah era globalisasi.
"Museum ini adalah benteng generasi muda kita untuk mengenal nilai-nilai kearifan leluhur kita di masa lalu dan menjadi kebanggaan di masa yang akan datang," ujarnya.
Ia mengharapkan dukungan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota untuk mendukung dan memberi perhatian pada museum ini ke depan.
"Kita harapkan dukungan dari pemerintah, dan perhatiannya kepada museum ini ke depan," harapnya.
Pada rangkaian acara ini, Pastor Yohanes diusung dari Omo Bale munuju lokasi acara diiring dengan Tari Hiwo, sanggar museum pusaka Nias. Kemudian dilanjutkan dengan dikenakan Baru Luo Sihandro Tano.
Acara yang dimulai sekitar pukul 18.00 Wib sampai dengan 21.30 Wib diisi berbagai acara seni budaya, juga turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatra Utara, Yudha Pratiwi Setiawan, Forkada Se-Kepulauan Nias, Kepala ATR/BPN Kabupaten Nias, pimpinan Forkopimda, BUMN/BUMD, FKUB, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para tamu undangan lainnya.(Yogi)