Kamis, 4 Juni 2026

Hadir di Acara Hut Ke-30 Museum Pusaka Nias, Wabup Nias Barat Sozisokhi Hia: Milik Bersama dan Kebanggaan Rakyat Nias

Photo Author
Yohanes Giawa, Nawacita Post
- Rabu, 12 November 2025 | 00:27 WIB
Wakil Bupati Nias Barat, Sozisokhi Hia, menghadiri acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Museum Pusaka Nias ke-30 Tahun
Wakil Bupati Nias Barat, Sozisokhi Hia, menghadiri acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Museum Pusaka Nias ke-30 Tahun

NAWACITAPOST.COM - Wakil Bupati Nias Barat, Sozisokhi Hia, menghadiri acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Museum Pusaka Nias ke-30. Acara yang mengambil tema "Museum Milik Bersama, Menghidupkan Warisan dan Menggerakkan Generasi" dilaksanakan di Museum Pusaka Nias yang beralamat di jalan Yos Sudarso, nomor 134A, Kelurahan Saombo, Gunungsitoli, Selasa (11/11/2025) sore.

Kedatangan Sozisokhi Hia turut didampingi Kadis Pariwisata, Asaria Harefa, Kadis Kesehatan, Yana Srimeni Gulo, dan Prokopim.

Pada acara ini, sanggar musik tradisional Kabupaten Nias Barat juga ikut menyemarakan suasana dengan menampilkan atraksi musik tradisional dan fashion show.

Sozisokhi Hia mengaku sangat terkesan dengan acara ini. Menurutnya, keberadaan Museum Pusaka Nias telah memberikan dampak positifnya bagi masyarakat di Kepulauan Nias khususnya generasi muda.

Baca Juga: Hari Pahlawan, 76 ASN Lingkup Nias Barat Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya

Atas capaian itu, ia menilai Pastor Yohanes Maria Hammerle, OFM Cap, sebagai pendiri Museum Pusaka Nias telah bekerja secara terus menerus beberapa puluh tahun menjaga warisan budaya Nias.

"Dipastikan ini menjadi warisan bagi generasi berikutnya," imbuhnya.

Mantan Sekda Kabupaten Nias Barat itu menegaskan Museum Pusaka Nias adalah milik bersama dan kebanggaan masyarakat Kepulauan Nias. Hematnya, semangat kebersamaan sesuai dengan tema yang diusung.

"Museum ini milik bersama, maka sebagai dukungan ke depannya akan ada penandatangan MoU oleh 5 Kepala Daerah di Kepulauan Nias. Tentu ini untuk mendukung keberadaan museum," tambahnya.

Sementara, Kustos Kustodi General kepulauan Nias, Pastor Pius Ndruru, OFM Cap, mengatakan bahwa museum yang didirikan Pastor Johanes telah menunjukan kalau pelayanan misi bisa harmonis dengan pelestarian budaya.

Baca Juga: Disambut Hangat, 378 Personel Yonif TP 903/Baluseda Tiba di Nias Barat

"Dedikasinya merupakan hal yang patut kita apresiasi saat ini. Kita berterimakasih kepada Pastor Yohanes atas pengabdiannya," ucapnya.

Ia mengatakan bahwa museum yang sudah ada hari ini bukan sekedar tempat menyimpan barang.

"Tapi ini menjadi ruang hidup bagi generasi yang akan datang, menjadi tempat menyaksikan kearifan leluhur dimasa lalu, sebagai sarana edukatif dan menjadi warisan bagi kepulauan Nias dan Indonesia," sebutnya.

Halaman:

Editor: Yohanes Giawa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini