nasional

Prabowo Subianto Bersama Gibran Rakabumi Raka, Komitmen, Janji dan Harapan Bagi Rakyat Indonesia

Kamis, 15 Februari 2024 | 10:11 WIB
Prabowo berpidato di Istora Senayan (Foto: dok)

NAWACITAPOST.COM - Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, menyampaikan visi dan misi dalam pidatonya pasca quick count Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (14/2).

Dalam pidato tersebut, Prabowo menegaskan bahwa dirinya bersama Gibran Rakabumi Raka dan Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia, merangkul semua unsur dan kekuatan.

Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengayomi, melindungi, dan membela seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga: Warga Binaan Lapas Samarinda Turut Saksikan Proses Penghitungan Suara Pemilu

"Prabowo-Gibran dan seluruh KIM akan merangkul semua unsur dan semua kekuatan," tegasnya saat berpidato di Istora Senayan, Rabu (14/2/2024).

Visi Prabowo-Gibran dan KIM adalah membentuk pemerintahan yang inklusif, melayani semua suku, etnis, kelompok, agama, dan latar belakang sosial di Indonesia.

"Apapun sukunya, kelompok, etnisnya, rasnya, apapun agamanya, latar belakang sosialnya, seluruh rakyat Indonesia akan jadi tanggung jawab kami untuk menjaganya," ungkap Prabowo.

Baca Juga: Rahasia Tak Terduga, Pasta Gigi dan Pembersih Lantai sebagai Solusi Ampuh Menghilangkan Bau Tak Sedap dari Sepatu Kesayangan, Begini Membersihkannya

Selain itu, Prabowo berjanji untuk menyusun tim pemerintahan yang terdiri dari putra dan putri terbaik bangsa Indonesia, dengan kompetensi dan dedikasi yang tinggi.

Namun, Prabowo juga mengingatkan para pendukungnya untuk tetap menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pilpres 2024.

"Saudara-saudara, kita harus tetap tunggu hasil resmi KPU. Kita yakin demokrasi Indonesia berjalan dengan baik. Rakyat yang menentukan, rakyat berhak untuk mendapat pemimpin yang mereka kehendaki," katanya.

Baca Juga: Dijuluki Air Terjun Dari Langit, Pesona Keindahan Tancak Tulis Tanggul Bak Surga Tersembunyi di Jember

Prabowo juga mengajak semua pihak yang berbeda pilihan selama kampanye untuk bersatu kembali setelah Pilpres.

"Sekarang kampanye telah selesai, kita harus bersatu kembali. Mari kita lupakan kata-kata yang kasar. Bertengkar jangan menjadi perpecahan yang lama-lama," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini