nasional

Tragedi Kemanusiaan di Nigeria Jadi Sorotan: Siapa Peduli?

Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:45 WIB

Baca Juga: Musisi Muda Negeri Seribu Suluk Meriahkan Festival Kenduri Rakyat Dan Ramainya Pengunjung UMKM HUT Ke 26 Tahun Rokan Hulu

Para penanggap membawa diskusi ke konteks yang lebih dekat dengan kita. Diantaranya Hasudungan Manurung yang menyoroti sikap apatis yang kerap melanda masyarakat Indonesia terhadap isu global.

Ia mendorong gereja untuk menjadi "suara kenabian" yang aktif mengedukasi jemaat.

“Kita sering apatis terhadap tragedi di luar negeri, padahal solidaritas tidak mengenal batas negara. Gereja harus tampil sebagai suara kenabian, bukan sekadar tempat ritual. Ini saatnya kita berbicara, bukan hanya berdoa,” tegas Hasudungan.

Peringatan serupa disampaikan Prima Surbakti, yang mengingatkan bahwa benih-benih intoleransi dan kebencian yang sama, jika dibiarkan, bisa memicu konflik serupa di Indonesia. Tragedi Nigeria, menurutnya, harus menjadi cermin.

Baca Juga: Membuka Kunci Kesadaran: Dr. Basyarul Ulya Menerangi Lapas Rantauprapat dengan Sosialisasi Hukum

“Tragedi di Nigeria adalah cermin bagi kita. Jika kita tidak belajar dari sana, sejarah bisa berulang di sini. Anak muda perlu dibekali dengan empati, bukan hanya informasi,” ujar Prima.

Begitu juga, Pendeta Yohanis Henock menekankan peran gereja sebagai agen perdamaian yang harus meneladani kasih, bahkan kepada mereka yang dianggap musuh.

Sebelum diskusi ditutup, percakapan juga menyentuh situasi di Tanah Air, khususnya Papua dan kebebasan beragama. Partogi Samosir menutup dengan pesan yang menggugah: solidaritas sejati diuji di saat-saat sulit.

“Solidaritas kita diuji bukan saat senang, tapi saat penderitaan menimpa orang lain. Jangan diam, karena diam adalah bentuk persetujuan terhadap ketidakadilan,” pungkasnya.

Baca Juga: Cegah Karhutla, Polsek Tualang Gencar Patroli dan Himbauan Kepada Warga di Kampung Maredan

Diskusi ini bukan sekadar percakapan virtual, melainkan sebuah panggilan moral. Sebuah seruan bagi semua pihak, dari gereja hingga masyarakat sipil, untuk memperkuat solidaritas, membela keadilan, dan peka terhadap penderitaan sesama manusia di belahan dunia mana pun.

Halaman:

Tags

Terkini