nasional

Jejak Kreativitas Tasya Widya Krisnadi dalam Membuka Pintu Global Bagi UMKM Lokal

Sabtu, 3 Februari 2024 | 09:47 WIB
Pendopo menjadi mesin inovasi UMKM melalui sentuhan Tasya Widya Krisnadi. (Pendopo)

NAWACITAPOST.com - Sejak Juni 2023, Direktur Pendopo, Tasya Widya Krisnadi telah menjalankan inisiatif kolaboratif yang menggembirakan dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng dan desainer lokal. Program pelatihan dan pendampingan ini ditujukan untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor tekstil dan pakaian di Kabupaten Buleleng, Bali.

Dengan fokus utama pada peningkatan keterampilan desain dan menjahit menggunakan kain tenun Bali sebagai bahan utama, Pendopo berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif pada perkembangan industri lokal. Program ini tidak hanya mengajarkan teknik-teknik tradisional, tetapi juga menyentuh aspek-aspek modern seperti manajemen produksi, literasi keuangan, digitalisasi, dan aspek keberlanjutan dalam dunia fashion.

"Selain itu, untuk mendorong sustainable fashion, kami juga mengajari para peserta cara untuk memanfaatkan kain sisa produksi ini menjadi beragam aksesori berupa tas, gelang, dan anting-anting. Sehingga dapat meminimalisasi waste atau limbah hasil produksi menjadi karya yang bernilai," ujar Tasya kepada Nawacitapost.com, Sabtu (3/2/2024).

Baca Juga: Wisata Curug Kondang Bogor, Rasakan Kesegaran Air Terjun dan Keindahan Alam Cocok Jadi Tempat Melepas Penat

Program ini tidak hanya terbatas pada pelatihan, melainkan melibatkan pendampingan dalam tahap produksi dan seleksi karya. Di tahap ini, para desainer lokal mendampingi para peserta secara berkelompok untuk membuat pakaian dan aksesori siap pakai yang akan dikurasi dan diperagakan dalam Fashion Show Buleleng Kita pada awal Desember 2023 silam.

Kabar baiknya, Pendopo berencana untuk melanjutkan program pelatihan online dan offline untuk UMKM pada tahun 2024 ini. Meskipun waktu dan lokasi program masih belum diumumkan secara rinci, Tasya mengungkapkan, biasanya program ini akan menyasar satu daerah atau komunitas yang memiliki potensi pengembangan yang bisa diakomodir melalui Pendopo.

Sejak tahun 2022, Pendopo telah menjalankan serangkaian program kolaboratif, termasuk kerjasama dengan Didiet Maulana, Iyonono, serta pemerintah pusat dan daerah. Pada tahun 2023, fokus kolaborasi tertuju pada desainer lokal Bali dan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memberikan program pendampingan dan pelatihan kepada lebih dari 40 UMKM tekstil dan pakaian di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga: Bukan Hanya Kaesang, Sosok Ini Turut Berperan dalam Bisnis RANS Entertainment

Tasya juga membagikan pengalaman kolaboratif sebelumnya, terutama dalam upaya memperkenalkan dan mengembangkan pasar tenun ikat Sikka di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kolaborasi dengan desainer seperti Didiet Maulana dan Iyonono berhasil menghadirkan koleksi-koleksi berbahan dasar kain tenun ikat Sikka yang dikombinasikan dengan kain lain, menciptakan daya tarik yang lebih luas dan merespon tren fesyen masa kini.

"Pada bulan Juni 2022, secara khusus kami mengajak Didiet Maulana ke Kabupaten Sikka untuk memberikan pelatihan wawasan tren fesyen masa kini, termasuk warna-warna yang diminati oleh pasar yang lebih muda," jelasnya.

Meskipun Tasya dan tim Pendopo memiliki komitmen untuk melestarikan kekayaan budaya Indonesia, dia mengakui adanya tantangan dalam menjalankan misi ini. Dengan lebih dari 1.300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia, setiap etnik memiliki keunikan budaya mereka sendiri.

Baca Juga: Viral! Raffi Ahmad Dituding Terlibat Pencucian Uang, Berikut Klarifikasinya

"Jadi, meskipun kami memiliki misi untuk melestarikan seluruh budaya Indonesia, tentu kami memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya untuk menjangkau semua," kata dia.

Meski begitu, Pendopo tetap bersemangat dalam memilih dan mengembangkan potensi yang ada. Harapannya, Pendopo dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan pada masyarakat lokal dan memperkaya keberagaman budaya Indonesia melalui kreativitas dan inovasi.

Halaman:

Tags

Terkini