NAWACITAPOST.COM - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini terlihat akrab berbincang dengan orang tua dari anak-anak yang mengidap gangguan hati atau atresia bilier. Anak-anak tersebut sedang menjalani pengobatan rawat jalan di Yayasan Rumah Singgah Satu Hati Jakarta.
Ibu dari anak-anak tersebut merasa senang dan termotivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anaknya setelah dikunjungi Mensos Tri Rismaharini.
Atresia bilier merupakan kondisi tidak terbentuk sempurnanya saluran empedu. Aliran empedu tersebut terhambat dan akibatnya empedu yang tertahan ini akan dengan cepat merusak hati hanya dalam waktu 3 bulan saja.
Baca Juga: Penuhi Hak Sipil Anak, Mensos Risma Serahkan Akte Kelahiran dan KIA kepada Anak Asuh di Kota Batam
Terdapat 8 anak yang sedang menjalani perawatan, 6 anak di antaranya menginap di Yayasan Rumah Singgah Satu Hati. Selain itu terdapat 1 anak tinggal di kost tersendiri dikarenakan pasca menjalani pengobatan transplantasi hati serta 1 anak lainnya sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Usia anak-anak tersebut 2 bulan sampai 2.5 tahun. AAR (2,5 tahun), AKD (9 bulan), MAS (2 bulan), S (5 bulan), SZ (8 bulan), N (8 bulan), MZ (8 bulan) dan A (5 bulan). Sekilas kondisi anak yang sedang dirawat dipasangi alat bantu pada hidungnya.
Mensos Risma tampak bercengkrama dengan AAR (2,5) dan mengajak bermain boneka dan mainan lainnya. “AAR sukanya apa? wah ini lucu mainannya. Ini bisa direkam lho mainannya. Ini boneka baby-nya coba disuapin ya tapi jangan banyak-banyak nanti perut boneka baby-nya sakit,” ucap Risma saat bercengkrama sambil memberikan mainan ke anak.
Baca Juga: Mensos Risma Serahkan Bantuan Rumah Tahan Gempa kepada Pilar Sosial Terdampak Gempa Cianjur 2022
Selain bercengkrama, Mensos Risma juga meninjau langsung kondisi sarana prasarana yang terdapat di yayasan tersebut.
Beberapa orang tua menceritakan kondisi dari anak mereka kepada Mensos Risma. Mensos Juga memberikan solusi terkait berbagai permintaan dari para orang tua anak melalui berbagai program dari Kementerian Sosial.
Mendengar kondisi tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak memberikan bantuan nutrisi berupa susu untuk 8 anak dan biskuit bayi untuk 1 anak dengan usia di atas 2 tahun, perlengkapan bayi berupa pampers, stimer/sterilizer botol, tisu basah dan kering, botol susu, serta sabun pencuci botol.
Baca Juga: Mensos Minta Orang Tua Tak Sembunyikan Anak Penyandang Disabilitas
Alat kebersihan diri berupa sabun dan sampo bayi, body lotion dan minyak telon. Sembako berupa beras, telur, ikan kaleng dan minyak serta beberapa mainan anak.
Selain kebutuhan dasar, Kemensos juga memberikan bantuan sarana prasarana berupa lemari 7 buah, tempa tidur ukuran 200 x 120 sentimeter 7 buah, AC 4 unit, kipas 2 buah, karpet/matras 4 buah serta sprei 7 buah.