NAWACITAPOST.COM – Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menunjukkan catatan prestasinya selama memimpin Provinsi Jawa Tengah (Jateng) selama dua periode atau 10 tahun.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan signifikan angka kemiskinan di Jateng dari Maret 2013 hingga Maret 2023. Pada awal kepemimpinannya, angka kemiskinan mencapai 4,73 juta atau 14,56 persen, yang berhasil turun menjadi 3,79 juta atau 10,77 persen pada Maret 2023.
Pencapaian luar biasa ini didukung oleh serangkaian langkah-langkah kreatif dan inovatif yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo selama memimpin Jateng. Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud merinci, terdapat 7 program yang berkontribusi pada penurunan kemiskinan di provinsi tersebut.
Baca Juga: Medan Zoo Ditutup Sementara untuk Renovasi, Bobby Nasution Dorong Investasi Swasta
7 Inovasi Ganjar
Berikut 7 inovasi Ganjar selama memimpin Jawa Tengah.
1. Pendidikan dan Pelatihan Melalui SMK Berasrama
Ganjar mendirikan sekolah menengah kejuruan (SMK) berasrama untuk siswa miskin pada tahun 2014. Lebih dari 1.800 siswa telah lulus, di mana 70 persen di antaranya terserap di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
2. Transportasi Publik Terjangkau dengan TransJateng
Pada tahun 2019, Ganjar meluncurkan transportasi publik, TransJateng, dengan tarif murah. Ini membantu masyarakat umum dan kelompok rentan dengan memberikan tarif yang terjangkau.
3. Bantuan Sosial Selama Pandemi Covid-19
Ganjar memberikan bantuan sosial (bansos) tunai dan nontunai selama pandemi Covid-19, memberdayakan warga yang tidak dapat bekerja. Bansos diberikan kepada 133.555 keluarga se-Jateng pada awal 2020.
Baca Juga: Aturan Kampanye Presiden Diperdebatkan, UU Pemilu Kembali Digugat ke MK
4. Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
Sejak 2013 hingga 2022, Ganjar merehabilitasi 1.041.894 unit RTLH di 29 kabupaten dan 6 kota. Program ini didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan bantuan dari berbagai pihak.