nasional

Mensos Minta Orang Tua Tak Sembunyikan Anak Penyandang Disabilitas

Jumat, 12 Januari 2024 | 13:20 WIB
Mensos saat bertemu dengan para penyandang disabilitas rungu wicara. (Humas Kemensos)

NAWACITAPOST.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meminta para orang tua untuk tidak menyembunyikan anak penyandang disabilitas.

Pernyataan ini dilontarkan Mensos saat bertemu dengan para penyandang disabilitas rungu wicara di Sentra Mulya Jaya Kemensos, Jakarta, Kamis (11/1).

"Tidak boleh ada orang tua yg menyembunyikan anak-anaknya yg disable," katanya.

Baca Juga: Mensos Risma Berikan Dorongan Semangat untuk Remaja Penderita Kanker Darah Asal Indramayu

Dikatakan Mensos, anak penyandang disabilitas memerlukan dukungan agar mereka bisa mandiri. Penyandang disabilitas memiliki potensi untuk sukses jika kemampuannya diasah dengan baik dan tepat.

Oleh karena itu, Mensos menginstruksikan semua sentra di bawah Kementerian Sosial agar memiliki program rehabilitasi sosial bagi disabilitas yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan.

"Saya minta kepada kepala sentra, ini wajib hukumnya. Kita membantu orang yang memang mampu kok," ujarnya.

Baca Juga: Mensos Risma Berikan Kado Spesial Akhir Tahun untuk Wiji Rahayu

Mampu yang dimaksud Mensos adalah fakta bahwa banyak penyandang disabilitas yang dapat mengaktualisasikan dirinya dan mampu bersaing di dunia kerja.

Mensos meminta agar sentra memiliki kurikulum pelatihan vokasional yang sesuai dengan permintaan pasar sehingga setelah kembali ke masyarakat bisa bekerja.

Mensos menekankan bahwa tidak ada lembaga negara yang menangani penyandang disabilitas selain Kemensos. Maka kinerja Kemensos di bidang rehabilitasi sosial penyandang disabilitas menjadi sesuatu yang krusial.

Baca Juga: Mensos dan Presiden Jokowi Pastikan Penerima Manfaat Telah Menerima BLT El Nino

Salah satu sentra Kemensos yang berhasil menerapkan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas adalah Sentra Mulya Jaya di Pasar Rebo Jakarta Timur. Banyak di antara penerima manfaat yang sudah disalurkan ke dunia kerja.

Salah satunya adalah Hany (30), penyandang disabilitas rungu wicara asal Depok. Hany menerima pelatihan tata boga dari Sentra Mulya Jaya. Saat ini Hany bekerja di salah satu restoran fast food terkenal di Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini