nasional

Program LKLB Indonesia Disebut Presiden Singapura sebagai Model Kohesi Sosial

Rabu, 25 Juni 2025 | 10:13 WIB
Program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB)

“Salah satu kompetensi yang dilatih dalam LKLB adalah kompetensi kolaboratif, yakni kemampuan kita bekerja sama dengan mereka yang berbeda agama atau kepercayaan dari kita, untuk kebaikan bersama, tetapi dengan tetap menghormati perbedaan masing-masing. Kolaborasi inilah yang menghasilkan rasa saling percaya yang amat penting untuk kohesi sosial,” ujar Matius.

Dalam konteks tersebut, Matius mengatakan dua alumni program LKLB yang merupakan guru sekolah Islam and Kristen, juga ikut hadir bersamanya sebagai pembicara dalam ICCS hari Kamis mendatang.

Kedua guru tersebut akan membagikan pengalaman mereka dalam mempelopori kolaborasi lintas agama di dunia pendidikan.

Matius menambahkan bahwa penekanan Presiden Singapura tersebut juga sejalan dengan Visi dan Strategi ASEAN 2045 yang disepakati dalam KTT ASEAN di Kuala Lumpur tanggal 26 Mei yang lalu, di mana “literasi keagamaan lintas budaya” diakui sebagai salah satu strategi untuk “komunitas ASEAN yang inklusif dan kohesif.”

“Kami menyadari bahwa membangun masyarakat yang inklusif dan kohesif memerlukan upaya bersama dengan negara-negara di kawasan ASEAN. Oleh sebab itu, kami berharap pengalaman Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Indonesia ini dapat bermanfaat bagi negara-negara tetangga kita, karena dalam meningkatnya polarisasi global saat ini, kita harus bersama-sama menjaga kawasan Asia Tenggara ini,” kata Matius.

Halaman:

Tags

Terkini