NAWACITAPOST.COM - Bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Mojokerto, pada tanggal 24 Mei 2025 Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan mengadakan penyuluhan tentang upaya pencegahan perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
Penyuluhan diberikan kepada calon guru peserta Pendidikan Profesi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang terdiri atas Dr. Fransisca Dwi Harjanti, M.Pd., Dr. Fatkul Anam, M.Si., Dra. Anik Kirana, M.Pd., Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, M.Pd., dan Dr. Savitri Suryandari, M.Psi.
Baca Juga: FK UWKS Ajak Siswa SDN Dukuh Kupang V Jaga Kesehatan Gigi Lewat Edukasi dan Pemberian Fluorida
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan penguatan karakter yang dilakukan oleh calon guru peserta Pendidikan. Penguatan karakter kewijayakusumaan yang yang menjadi penciri Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dilakukan untuk membentuk calon guru yang memiliki karakter 5 T (Teteg, Tatag, Tangguh, Tanggon, dan Trapsila).
Melalui menguatan karakter 5 T diharapkan calon guru mampu menjadi guru profesional yang berkarakter dan dapat beradaptasi di era globalisasi. Di akhir kegiatan penguatan karakter para calon guru diberikan penyuluhan tentang kasus perundungan dan kekerasan seksual yang sering terjadi di lingkungan sekolah.
Banyak kasus perundungan atau istilahnya bullying dialami oleh peserta didik. Kasus ini menjadi fenomena yang memprihatinkan di dunia pendidikan yang perlu dicarikan solusi sebagai upaya pencegahan dan penanganan. Untuk mencegah terjadinya perundungan maka para guru atau calon guru perlu diberikan pemahaman tentang kasus perundungan dan kekerasan seksual yang sering terjadi di sekolah.
Baca Juga: Penyuluhan Kulit Sehat, FK UWKS Kenalkan Masker Organik di Dukuh Kupang
Kegiatan yang merupakan wujud dari Tridharma Perguruan Tinggi ini dilakukan dengan tujuan agar para calon guru peserta Pendidikan Profesi memiliki pemahaman tentang kasus-kasus perundungan dan kekerasan seksual yang sering terjadi di lingkungan sekolah.
Materi disampaikan oleh narasumber kegiatan yakni praktisi psikologi dan Bimbingan Konseling Dr. Savitri Suryandari, M.Psi. Materi yang disampaikan adalah perundungan dan kekerasan seksual yang sering terjadi dan dialami peserta didik di lingkungan sekolah. Narasumber juga menyampaikan tentang kasus, dampak, dan upaya penanganan serta pencegahan agar kasus perundungan dan kekerasan seksual tidak terjadi di lingkungan sekolah. Dengan demikian manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah para calon guru dapat mengimplementasikannya saat mereka kembali ke sekolah menjadi guru-guru profesional. ***