nasional

Debat Capres kedua, Ganjar tekankan redefinisi politik luar negeri kekinian

Senin, 8 Januari 2024 | 06:05 WIB
Foto: Bakal calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo nomor urut 3, saat menyampaikan visi dan misi dalam debat ketiga yang digelar di Istora Senayan, kompleks Gelora Bung Karno pada Minggu (7/1/2024) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo, mengungkapkan secara detail visi misi dan program kerjanya terkait dengan masalah pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.

Hal ini disampaikannya dalam Debat Capres ketiga yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (07/01/2024).

Dalam paparannya, Ganjar menyampaikan pandangannya terhadap politik luar negeri, di mana ia menekankan bahwa kepentingan nasional harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Debat Capres Kedua Akan Digelar Hari Ini, Simak 11 Hasil Survei Terbaru Pilpres 2024

Ia merinci bahwa redefinisi terhadap politik luar negeri yang bebas aktif perlu dilakukan sesuai dengan kondisi kekinian.

Karena menurutnya, memperkuat infrastruktur diplomasi dan menugaskan diplomat serta duta besar untuk menangani masalah ekonomi nasional menjadi langkah krusial.

"Rakyat butuh bekerja, rakyat butuh lapangan kerja lebih banyak, investasi lebih banyak. Maka kita mesti memperkuat infrastruktur diplomasi kita, duta besar, Para diplomat dan tentu saja inilah yang mesti kita berikan penugasan-penugasan untuk membereskan persoalan-persoalan kepentingan ekonomi nasional dalam konteks kekinian," ucap Capres Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan, PPP, Partai Perindo dan Hanura dengan Cawapres Mahfud MD ini.

Baca Juga: Jokowi dan Prabowo Terang-terangan Makan Malam, Said Didu: Sengaja dibocorkan!

Ganjar juga menegaskan komitmen Indonesia pada prinsip dekolonisasi, mendukung kemerdekaan Palestina, dan siap menyelesaikan krisis iklim melalui pola diplomasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Ia berencana membawa kepentingan UMKM ke dunia internasional, mengambil contoh praktek yang telah berhasil diimplementasikan di Jawa Tengah.

Dalam konteks pertahanan, Ganjar menyatakan perlunya mendukung sistem pertahanan rakyat semesta dengan lapisan yang kuat, menjadikan benteng pertahanan nusantara sebagai kesatuan, dan melakukan penataan gelar pasukan.

Baca Juga: Jelang Debat Capres kedua, Prabowo Umbar Kemesraan Makan Malam bersama Jokowi

Ia mengusulkan agar anggaran pertahanan mencapai 1 sampai 2 persen dari PDB untuk mengimplementasikan teknologi SAKTI, rudal hipersonik, sensor kuantum, dan sistem senjata otonom.

"IKN (Ibu Kota Nusantara, red) menjadi pusat gravitasi baru, dan ini bagian dari antisipasi terhadap tarung Global antara Amerika Serikat dan Tiongkok," terang Ganjar Parnowo, mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode ini.

Halaman:

Tags

Terkini