NAWACITAPOST.COM - Anggota Dewan Pembina Media Nawacita Indonesia, Sarman Simanjorang akan menjalani sidang promosi doktor, dalam rangka menyelesaikan studi jenjang S3 di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Anugrah Indonesia. Sidang ini akan diselenggarakan di Vasa Hotel Surabaya, pada Sabtu (14/6/2025), pukul 10.00 WIB.
Sidang doktor tersebut merupakan bagian dari Program Studi Teologi dengan konsentrasi pada bidang kepemimpinan. Dalam sidangnya, Sarman Simanjorang akan memaparkan disertasi yang mengangkat tema tentang dinamika demokrasi lokal di Indonesia, khususnya terkait pemilihan kepala daerah dengan calon tunggal dan keberadaan kotak kosong.
Adapun judul disertasi yang diajukan Ketua Dewan Juri Nawacita Award 2023 ini adalah "Analisis Fenomena Kotak Kosong dan Model Alternatif Calon Tunggal pada Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia Menuju Demokrasi Lokal yang Lebih Inklusif dan Berkualitas".
Disertasi ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang yang muncul dalam pemilihan kepala daerah yang diikuti oleh satu pasangan calon, serta bagaimana kotak kosong menjadi simbol resistensi publik dalam proses demokrasi lokal. Selain itu, Sarman juga menyajikan model alternatif untuk memperkaya pilihan politik masyarakat agar pemilu lebih partisipatif dan representatif.
Gagasan dalam penelitian ini diharapkan mampu menjadi kontribusi terhadap perbaikan kualitas demokrasi di tingkat lokal. Untuk menilai dan menguji karya ilmiah tersebut, sidang promosi akan melibatkan sejumlah penguji internal dan tamu.
Tim penguji utama terdiri dari Assoc Prof Ilyas Indra, Dr Tan Lie Lie, Alvonce Poluan, dan Dr Ivan Tommy Marlietama. Para penguji ini berasal dari lingkungan akademik Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia dan memiliki kompetensi dalam bidang teologi, kepemimpinan, dan ilmu sosial.
Sementara itu, dua tokoh nasional yang juga akan hadir sebagai penguji tamu dalam sidang tersebut adalah Prof Ryaas Rasyid dan Prof Dhaniswara Harjono. Kehadiran dua penguji tamu ini diharapkan memperkaya diskusi ilmiah yang akan berlangsung selama ujian disertasi.
Baca Juga: Libur Sekolah Naik Whoosh Lebih Hemat, Ada Diskon hingga 50 Persen
Prof Ryaas Rasyid dikenal luas sebagai pakar otonomi daerah dan reformasi birokrasi. Sementara Prof Dhaniswara merupakan akademisi dan praktisi hukum yang juga memiliki rekam jejak panjang dalam kepemimpinan pendidikan tinggi.