5. Sri Prakash Lohia
Sri Prakash Lohia adalah pendiri PT Indo-Rama Synthetics dan PT Indorama Corporation, yang bergerak di sektor tekstil dan petrokimia. Ia menempati posisi kelima dengan kekayaan yang tetap stabil sebesar 8,5 miliar dollar AS. Nilai dalam rupiah mengalami sedikit kenaikan dari Rp 137 triliun menjadi Rp 138 triliun akibat pergerakan nilai tukar.
Baca Juga: Jeffry Yunus: Batik Jadi Kekuatan Ekonomi dan Pariwisata Indonesia
6. Otto Toto Sugiri
Otto Toto Sugiri, pendiri sekaligus CEO PT DCI Indonesia Tbk, berada di posisi keenam. Ia memiliki kekayaan sebesar 6,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 111 triliun pada 26 Mei. Kekayaannya meningkat menjadi 7,0 miliar dollar AS atau sekitar Rp 114 triliun pada 3 Juni. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan nilai bisnis pusat data yang tengah berkembang pesat di era digital.
7. Tahir Family
Keluarga Tahir, pemilik Grup Mayapada yang memiliki portofolio di bidang kesehatan, real estate, dan perbankan, menempati urutan ketujuh. Kekayaan mereka tercatat sebesar 5,3 miliar dollar AS atau Rp 85 triliun pada 26 Mei, dan sedikit menurun menjadi 5,2 miliar dollar AS atau Rp 84 triliun pada 3 Juni. Meski ada penurunan, posisi mereka tetap stabil di jajaran atas.
Peringkat ini menunjukkan bagaimana sektor energi, petrokimia, perbankan, dan teknologi menjadi tulang punggung kekayaan individu di Indonesia. Fluktuasi nilai tukar dan harga saham memainkan peran penting dalam dinamika posisi para konglomerat tersebut.