nasional

Upaya Tangani Sampah Plastik: Meccaya Kolaborasi dengan Plasticpay dan InJourney Hadirkan Mesin RPM di Kawasan Borobudur

Kamis, 15 Mei 2025 | 11:07 WIB
Penempatan mesin Reverse Vending Machine (RPM) di Borobudur jadi langkah nyata BPF 2025. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2025 kembali hadir sebagai bagian dari rangkaian perayaan Waisak, berlangsung pada 10–13 Mei 2025 di Taman Aksobhya, kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Festival ini telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan yang diinisiasi oleh Yayasan Meccaya Surya Prakasa.

Salah satu kegiatan dalam BPF 2025 adalah penempatan mesin Reverse Vending Machine (RPM) di area Borobudur. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Meccaya, Plasticpay, dan InJourney. Director Marketing Meccaya, Ferry Salim, menyampaikan bahwa kehadiran mesin ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga simbol harapan untuk masa depan lingkungan dan masyarakat.

"Ini penempatan sebuah harapan untuk masa depan negeri ini, untuk alam dan lingkungan dan juga untuk kemajuan daripada masyarakat setempat," kata Ferry.

Ferry menjelaskan bahwa mesin RPM diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya kesadaran kolektif untuk mendaur ulang sampah plastik, terutama botol bekas, yang membutuhkan waktu lama untuk terurai. Melalui proses daur ulang, sampah plastik dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan estetika. Produk-produk tersebut nantinya bisa diproduksi oleh masyarakat lokal, sehingga menambah nilai bagi ekonomi setempat.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

Selain mendukung pelestarian lingkungan, inisiatif ini juga diharapkan membuka peluang pelatihan bagi masyarakat dalam mengolah limbah menjadi barang yang layak jual. Menurut Ferry, penting untuk tidak hanya menghasilkan produk daur ulang, tetapi juga menjadikannya menarik secara desain agar diminati konsumen.

"Jadi kita manfaatkan juga masyarakat setempatnya dan mudah-mudahan ini kita bisa terus berkembang, mudah-mudahan juga bisa membangkitkan kesadaran masyarakat," kata dia.

Ferry menambahkan bahwa program ini merupakan gagasan dari pimpinan Meccaya dan diharapkan dapat diperluas. Saat ini, rencana perluasan tengah dibahas agar mesin RPM bisa ditempatkan di titik-titik strategis lainnya di kawasan Borobudur, bahkan hingga ke Prambanan dan lokasi-lokasi lain di masa depan.

Festival ini menjadi titik awal bagi upaya membentuk kesadaran dan karakter peduli lingkungan sejak dini. Melalui edukasi dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan tercipta budaya menjaga kelestarian alam yang berkelanjutan.

Baca Juga: Krisis Ekologi di Tano Batak, PGI dan Gereja Sumut Desak Penutupan PT TPL  

"Ya mudah-mudahan di Borobudur ini enggak cuma satu, tapi ada beberapa titik. Setelah itu mungkin ke Prambanan, dan setelah itu mungkin lebih luas lagi. Harapannya adalah lebih membangkitkan edukasi masyarakat bahwa kita harus menjaga alam," kata dia.

 

Tags

Terkini