nasional

Tragedi Ledakan di Garut: 13 Tewas Saat Pemusnahan Amunisi Kadaluarsa oleh TNI

Selasa, 13 Mei 2025 | 11:38 WIB
Tragedi Ledakan di Garut

NAWACITAPOST.COM - Insiden tragis terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025), ketika kegiatan pemusnahan amunisi yang sudah tak layak pakai oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) berujung pada ledakan mematikan yang menewaskan 13 orang.

Dalam kegiatan tersebut amunisi yang hendak dimusnahkan mendadak meledak tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Camat Cibalong, Dianavia Faizal, membenarkan adanya ledakan besar tersebut yang mengakibatkan belasan korban jiwa.

Sementara itu, Unit Inteldim 0611/Garut dalam keterangannya menyampaikan bahwa peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di area peledakan amunisi di Desa Sagara.

Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, menjelaskan kronologi kejadian dalam konferensi pers.

Menurutnya, kegiatan pemusnahan dilakukan dengan prosedur standar, di mana dua lubang sumur telah disiapkan untuk meledakkan amunisi tak layak pakai.

Baca Juga: Kronologi dan Korban Ledakan Maut Saat Pemusnahan Amunisi Kadaluarsa di Garut  

“Setelah tim pengamanan menempati pos masing-masing dan area dinyatakan aman, proses peledakan dilakukan,” ungkap Wahyu.

Awalnya, peledakan di dua titik berlangsung lancar dan tanpa insiden. Namun, bencana terjadi saat tim mulai menangani satu lubang tambahan yang disiapkan khusus untuk menghancurkan sisa detonator dari dua ledakan sebelumnya.

Tanpa diduga, ledakan besar terjadi saat tim menyusun detonator, mengakibatkan 13 orang meninggal dunia di tempat—terdiri dari empat personel TNI Angkatan Darat dan sembilan warga sipil.

Para korban langsung dievakuasi dan mendapat perawatan di RSUD Pameungpeuk, sementara tim medis dari puskesmas sekitar terus melakukan pencarian kemungkinan korban tambahan di lokasi kejadian.

Brigjen Wahyu menambahkan bahwa area di Desa Sagara tersebut memang menjadi lokasi rutin yang digunakan TNI AD untuk memusnahkan amunisi yang sudah tidak layak pakai.

Kini, penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari ledakan yang menelan banyak korban jiwa ini.

Tags

Terkini