nasional

Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Hadiri Kirab Budaya Waisak 2025 di Candi Borobudur

Minggu, 11 Mei 2025 | 09:57 WIB
Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, turut hadir dalam perhelatan kirab budaya. (Istimewa)

 

NAWACITAPOST.COM - Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, turut hadir dalam perhelatan kirab budaya yang berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 10 Mei 2025. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Waisak 2025, dan menjadi salah satu momen penting yang menyatukan berbagai elemen kebudayaan dari seluruh penjuru Nusantara.

Giring menyambut acara tersebut dengan penuh antusias. Ia menilai bahwa kirab budaya kali ini dikemas dengan cara yang sangat baik dan mengesankan.

Dalam pandangannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk perayaan, tetapi juga mencerminkan upaya bersama yang melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas adat, raja-raja, dan sultan dari seluruh Indonesia yang hadir meramaikan acara tersebut.

"Acara ini merupakan dalam salah satu upaya dari pihak swasta dari masyarakat adat dan juga raja-raja, dan Sultan seluruh Nusantara berkumpul pada hari ini merayakan kirab ini," ujar Giring saat ditemui di lokasi kegiatan.

Kirab budaya berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 10 Mei 2025. (Istimewa)

Ia pun menyampaikan harapannya agar di tahun berikutnya, Kementerian Kebudayaan dapat terlibat lebih aktif dalam mendukung dan berkolaborasi untuk memperbesar skala pelaksanaan kirab budaya tersebut. Komitmen itu didasarkan pada kesadaran bahwa pelestarian dan pengembangan budaya tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah semata.

"Jadi saya senang sekali dan mudah-mudahan tahun depan kami dari Kementerian Kebudayaan siap berkolaborasi untuk membuatnya menjadi lebih besar," katanya.

Giring menegaskan pentingnya kontribusi dari seluruh elemen masyarakat dalam memajukan kebudayaan. Ia mengapresiasi semakin banyaknya pihak swasta yang mulai menunjukkan perhatian dan berinvestasi dalam pemajuan kebudayaan, sebuah perkembangan yang menurutnya membawa semangat baru bagi kementerian.

"Karena dalam usaha pelestarian, pengembangan, dan pemberdayaan dari budaya itu nggak bisa hanya dari pemerintah. Harus semua berkontribusi. Apalagi saat ini semakin banyak pihak swasta sudah mulai investasi di pemajuan budaya. Itu yang membuat kita di Kementerian Kebudayaan sangat bahagia, dan ingin merangkul semua, dan maju bersama," jelasnya.

Baca Juga: Borobudur Peace & Prosperity Festival 2025, PT Meccaya Ajak Anak-anak Jaga Lingkungan

Giring juga berharap agar kirab budaya seperti ini bisa menjadi agenda yang semakin besar setiap tahunnya dan menjadi wadah silaturahmi antar masyarakat adat dan raja-raja dari berbagai daerah. Menurutnya, momentum Waisak bisa menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai spiritual dengan warisan budaya Indonesia yang sangat kaya.

Yayasan Meccaya Surya Prakasa mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari gelaran Borobudur Peace & Prosperity Festival 2025. Yayasan Meccaya Surya Prakasa kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan dan kemanusiaan melalui gelaran Borobudur Peace & Prosperity Festival 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 12 Mei di kawasan Magelang, Jawa Tengah. Kehadiran yayasan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia usaha dan pelestarian nilai-nilai budaya serta spiritualitas, sejalan dengan semangat festival yang mengusung perdamaian dan kesejahteraan bagi semua.

 

Tags

Terkini