Menurut Iqbal, sepanjang Januari hingga Februari 2025, sekitar 3.000 buruh telah terkena PHK dan jumlah ini masih mungkin bertambah. Ia juga mengkritisi peran pemerintah yang dinilainya kurang responsif dalam merespons situasi ini, dan menyebut beberapa kementerian terkait sebagai pihak yang perlu bertanggung jawab atas memburuknya kondisi sektor riil.