Kepergian ini memang membawa duka, namun dari kedalaman duka itu, tumbuhlah cinta yang lebih luas. Paus Fransiskus telah mengakhiri pertandingannya dengan indah. Dunia tidak hanya kehilangan seorang pemimpin gerejawi, tetapi seorang manusia seutuhnya—yang hidup dengan cinta dan meninggalkan warisan kemanusiaan yang abadi.