Kepergian ini memang membawa duka, namun dari kedalaman duka itu, tumbuhlah cinta yang lebih luas. Paus Fransiskus telah mengakhiri pertandingannya dengan indah. Dunia tidak hanya kehilangan seorang pemimpin gerejawi, tetapi seorang manusia seutuhnya—yang hidup dengan cinta dan meninggalkan warisan kemanusiaan yang abadi.
Artikel Terkait
Rapat Bersama Mendagri, Pj Sekda Siak Bahas Penyelenggaraan Sekolah Rakyat
Rayakan Paskah, Warga Binaan Nasrani Lapas Muara Teweh Gelar Ibadah dengan Khidmat
Jalin Silaturahmi, Kalapas Padangsidimpuan Koordinasi Dengan Walikota Padangsidimpuan
UMSIDA Sidoarjo Seminar Nasional oleh Prof Sadjijono Soroti RKUHAP Versi Terbaru 2025
Pastikan Sarpras Blok Hunian Dalam Keadaan Baik, Kalapas Rantauprapat Beserta Pejabat Manajerial Kontrol Blok Hunian