nasional

Bukan untuk Manusia, Hotel Mewah 26 Lantai Ini Dihuni Ratusan Ribu Babi

Senin, 7 April 2025 | 14:10 WIB
Hotel Mewah untuk babi. (X)

NAWACITAPOST.COM - Di Tiongkok, daging babi menempati posisi teratas dalam konsumsi protein masyarakat. Permintaan yang tinggi ini telah mendorong berbagai inovasi, termasuk pembangunan sebuah fasilitas tak biasa di provinsi Hubei—sebuah gedung pencakar langit yang dirancang khusus sebagai peternakan babi.

Di pinggiran selatan Kota Ezhou, berdiri gedung setinggi 26 lantai yang difungsikan sebagai tempat pemeliharaan babi. Bangunan ini disebut-sebut sebagai peternakan babi terbesar di dunia dalam satu bangunan, dan mulai beroperasi sejak Oktober 2022.

Fasilitas ini dikelola oleh Hubei Zhongxin Kaiwei Modern Farming, sebuah perusahaan yang sebelumnya berkecimpung di industri semen. Peralihan ke sektor pertanian dilakukan setelah industri konstruksi mengalami penurunan, dan mereka melihat peluang besar dalam sektor peternakan modern.

Perusahaan memanfaatkan bahan bangunan dari pabrik semen milik mereka sendiri yang terletak tak jauh dari lokasi peternakan. Dari akun resmi WeChat perusahaan, disebutkan bahwa kompleks peternakan ini terdiri dari dua bangunan besar, dengan target gabungan mencapai kapasitas 650.000 ekor babi.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

Area total yang disiapkan mencapai 800.000 meter persegi. Bangunan kedua masih dalam tahap penyelesaian. Fasilitas ini dilengkapi dengan sistem kontrol gas, suhu, dan ventilasi yang ketat.

Untuk memberi makan hewan, terdapat lebih dari 30.000 titik pemberian makan otomatis. Kotoran babi diolah untuk menghasilkan biogas, yang kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik dan pemanas air di dalam fasilitas tersebut.

Nilai investasi proyek ini mencapai 4 miliar yuan, atau sekitar Rp 8,87 triliun jika mengacu pada kurs Rp 2.200 per yuan. Proyek ini menjadi bagian dari upaya besar China dalam menstabilkan kembali pasokan daging babi domestik setelah wabah demam babi Afrika yang menghancurkan produksi antara tahun 2018 hingga 2020.

Saat itu, lebih dari 100 juta babi harus dimusnahkan akibat penyakit tersebut. Pemerintah China pada tahun 2019 mengeluarkan kebijakan yang mengizinkan pembangunan fasilitas peternakan bertingkat. Kebijakan ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk para investor seperti Kingkey Smart Agriculture, yang mulai membangun fasilitas-fasilitas pemeliharaan babi dalam bentuk vertikal.

Baca Juga: Dari China hingga Brazil: Inilah Daftar 10 Negara dengan Jumlah Orang Kaya Terbanyak di Dunia

Selama tiga tahun terakhir, tren hotel babi meningkat pesat. Fasilitas yang awalnya hanya terdiri dari dua atau tiga lantai kini berkembang menjadi struktur raksasa lebih dari sepuluh lantai. Setiap lantai diisi oleh puluhan ribu hewan. Gedung milik Zhongxin Kaiwei sendiri akan mencetak rekor sebagai tempat pemeliharaan babi tertinggi di dunia.

Kedua bangunan di fasilitas ini masing-masing memiliki luas sekitar 400.000 meter persegi. Keduanya dilengkapi dengan sistem pengumpanan otomatis, teknologi penyaringan dan desinfeksi udara, serta instalasi pengolahan limbah berbasis biogas. Ketika sepenuhnya beroperasi, tempat ini ditargetkan memproduksi hingga 54.000 ton daging babi per tahun dari sekitar 600.000 ekor hewan.

Model peternakan vertikal sebenarnya bukan hal baru. Di Eropa, peternakan bertingkat pernah dibangun dan sempat beroperasi. Namun, sebagian besar ditutup karena berbagai masalah pengelolaan dan penolakan masyarakat terhadap sistem peternakan intensif. Selain itu, tidak ada satu pun dari peternakan tersebut yang melebihi tiga lantai.

Tags

Terkini