nasional

Budiarsa Sastrawinata Bertemu Sekjen Partai Komunis Vietnam, Bahas Investasi Ciputra di Hanoi

Senin, 10 Maret 2025 | 14:03 WIB
Direktur Utama Ciputra Group, Budiarsa Sastrawinata bertemu dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam. (VNA)

NAWACITAPOST.COM - Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia atas undangan Presiden Prabowo Subianto pada 9-11 Maret 2025. Selain menghadiri pertemuan dengan pemerintah, To Lam juga mengadakan diskusi dengan para pemimpin perusahaan besar Indonesia guna memperkuat hubungan bisnis dan investasi antara kedua negara.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin perusahaan dan korporasi besar Indonesia, To Lam menegaskan bahwa Vietnam terus melakukan reformasi kelembagaan guna menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi pelaku bisnis untuk berinvestasi dan menjalin kerja sama. Ia menyampaikan bahwa pemerintah Vietnam berkomitmen untuk menyederhanakan prosedur administrasi guna menarik lebih banyak investor asing.

Pada pertemuannya dengan Direktur Utama Ciputra Group, Budiarsa Sastrawinata, To Lam menekankan bahwa Vietnam sangat mendorong pelaku usaha Indonesia untuk menanamkan modal di negaranya. Ia juga berharap Indonesia membuka peluang bagi perusahaan Vietnam untuk memperluas pangsa pasar dan investasi di dalam negeri.

Ciputra Group sendiri merupakan salah satu investor utama dalam proyek Nam Thang Long Urban Area, sebuah proyek real estat besar yang berlokasi di kawasan Danau Barat, Hanoi. Menurut Budiarsa, perusahaan ini berencana untuk terus mengembangkan proyek perumahan dan gedung perkantoran di Vietnam serta mengeksplorasi peluang investasi baru.

Ciputra Group merupakan salah satu investor utama dalam proyek Nam Thang Long Urban Area, di Hanoi, Vietnam. (VNA)

Selain Ciputra Group, To Lam juga bertemu dengan Chairman Gojek Group Patrick Walujo serta Chairman PT Alamtri Resources Garibaldi Thohir. Dalam pertemuan ini, To Lam menekankan bahwa Vietnam semakin terbuka terhadap investasi asing dalam berbagai sektor strategis, termasuk energi terbarukan, pertanian berteknologi tinggi, ekonomi digital, inovasi, serta pengembangan pusat keuangan internasional.

Ia menyarankan agar Gojek Group menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan Vietnam untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan keuangan digital, perbankan digital, serta infrastruktur keuangan lainnya. Dalam diskusi dengan PT Alamtri Resources, To Lam mengusulkan peningkatan kerja sama di sektor eksploitasi mineral, pengembangan energi terbarukan, transformasi hijau, dan infrastruktur transportasi pintar.

Ia juga mengundang perusahaan ini untuk berpartisipasi dalam pengembangan sistem logistik pelabuhan dan pusat logistik di Vietnam, serta memperkuat kolaborasi dalam sektor kendaraan listrik dan baterai listrik. To Lam juga bertemu dengan Oey Alfred, Direktur Sungai Budi Group, guna membahas potensi kerja sama dalam industri makanan laut dan produk halal.

Selain itu, To Lam bertemu dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Anindya Bakrie. Dalam pertemuan ini, Anindya mengusulkan agar Vietnam memberikan dukungan bagi perusahaan anggota Kadin dalam memperluas kerja sama perdagangan dan investasi, terutama di bidang teknologi tinggi, ekonomi hijau, ekonomi digital, ekonomi kelautan, dan industri semikonduktor.

Baca Juga: Sekjen Partai Komunis Vietnam Temui Prabowo

To Lam menyambut baik gagasan tersebut dan mendorong Kadin untuk memperkuat hubungan dengan Federasi Perdagangan dan Industri Vietnam (VCCI) guna memfasilitasi pengusaha dari kedua negara dalam mencari peluang investasi. Menurut To Lam, hubungan bilateral antara Vietnam dan Indonesia yang semakin erat dapat menjadi landasan kuat bagi dunia usaha untuk memperluas kemitraan.

"Vietnam berkomitmen untuk terus mendukung investasi dan kegiatan bisnis perusahaan Indonesia, guna memberikan manfaat bagi semua pihak serta membawa hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi," ujarnya seperti dikutip oleh kantor berita Vietnam (VNA).

Tags

Terkini