Minggu, 19 Juli 2026

Grup Moesik Soerabaja Tempo Doeloe Resmi Diluncurkan, Achmad Hidayat: Ekonomi Kreatif Hidupi Rakyat

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Minggu, 9 Maret 2025 | 11:34 WIB

NAWACITAPOST.COMJalan Tunjungan menjadi saksi kemeriahan peluncuran Grup Moesik Soerabaja Tempo Doeloe, Sabtu (8/3/2025) malam. Acara ini mendapat sambutan hangat dari pengunjung yang antusias menikmati alunan tembang lawas yang membawa mereka bernostalgia.

Sejumlah lagu legendaris seperti Bujangan ciptaan Koes Plus, Yang Penting Hepi dari Dapur 61, dan karya Jamal Mirdad turut meramaikan suasana. Alunan musik khas tempo dulu itu seolah menghadirkan kembali kenangan masa lalu bagi masyarakat yang hadir.

Pembina Grup Moesik Soerabaja Tempo Doeloe, Achmad Hidayat, menegaskan bahwa pelaku seni dan budaya harus diberikan ruang untuk berkembang, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, ekonomi kreatif bisa menjadi solusi bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.

“Salam dari Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Adi Sutarwijono. Warga Surabaya selalu punya cara untuk keluar dari kondisi sulit, menciptakan ide kreatif, hingga inovasi yang dapat menghidupi rakyat,” ujar Achmad Hidayat di tengah acara.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya regulasi yang tepat agar seni dan budaya bisa berkembang dengan baik serta membawa nama Surabaya ke tingkat dunia. Ia juga menyoroti karakter khas masyarakat Surabaya yang lebih mengedepankan semangat gotong royong dibandingkan hanya membangun infrastruktur fisik semata.

“Kalau lomba membangun gedung itu bukan karakter kita, melainkan membangun semangat gotong royong agar semua masyarakat dan wong cilik bisa hidup,” tegasnya.

Achmad Hidayat juga mengapresiasi dukungan dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Satpol PP yang telah membina para pelaku seni untuk bisa menyalurkan ekspresinya di ruang publik secara tertib dan bertanggung jawab.

“Surabaya punya banyak ruang publik yang bisa dioptimalkan untuk rakyat berekspresi. Namun, tentunya harus diimbangi dengan kesadaran menjaga kebersihan dan ketertiban umum,” ujar mantan aktivis GMNI ini.

Ia juga mengingatkan pentingnya membumikan nilai Trisakti Bung Karno, yakni menjadikan Surabaya sebagai kota yang berkepribadian dalam budaya. Kesadaran kolektif sebagai warga kota yang baik, menurutnya, menjadi kunci dalam membangun ekosistem seni dan budaya yang kuat dan berkelanjutan.(*)

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini