NAWACITAPOST.COM - Tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang dan mengembangkan oil spinner atau peniris minyak otomatis. Menariknya, alat ini terintegrasi dengan panel surya.
Alat ini dikembangkan untuk membantu meningkatkan kualitas produk kerupuk pada UMKM Toko Lestari di Kenjeran Bulak, Surabaya, Jawa Timur. Inovasi ini bertujuan untuk mengurangi kadar minyak goreng yang berlebih pada produk kerupuk, sehingga meningkatkan daya simpan dan kualitas keseluruhan.
Kandungan minyak berlebih dalam produk kerupuk dapat menyebabkan berbagai permasalahan, seperti percepatan ketengikan, penurunan kerenyahan, serta berkurangnya daya simpan. Untuk mengatasi hal ini, tim dari Departemen Teknik Fisika ITS mengembangkan alat berbasis teknologi tepat guna yang mampu meniriskan minyak secara otomatis.
Oil spinner ini bekerja dengan prinsip sentrifugal, di mana motor pemutar akan menghasilkan gaya yang memungkinkan minyak tertiris secara lebih optimal dibandingkan metode manual. Dalam proses pengujian, alat ini menunjukkan kemampuan untuk berputar dengan kecepatan maksimum 829,3 rpm, dengan minyak yang berhasil tertiris sebanyak 9,8 mL dalam satu kali proses.
Dengan kapasitas tenaga surya sebesar 150 Wp, baterai 12 Volt 100 Ah, dan inverter berdaya 300 Watt, alat ini mampu beroperasi secara efisien tanpa bergantung pada listrik konvensional. Ketua tim peneliti, Muhammad Khamim Asy’ari, menyampaikan bahwa inovasi ini bertujuan untuk membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan efisiensi produksi serta mengurangi ketergantungan pada energi listrik.
"Oil spinner ini tidak hanya ramah lingkungan karena menggunakan energi matahari, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas produk secara signifikan. Dengan pengurangan kadar minyak yang lebih efektif, daya simpan kerupuk dapat lebih lama, sehingga pelaku usaha bisa meningkatkan daya saing produknya di pasaran," ujarnya.
Teknologi ini juga merupakan bagian dari upaya ITS dalam mendukung pengembangan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Wilayah Surabaya, khususnya daerah Kenjeran Bulak, dikenal memiliki banyak pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan, sehingga penerapan alat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas.
Baca Juga: PT Meccaya Dukung Talenta Muda Melalui Mister & Miss Teenager Universe 2025
Ke depan, pengembangan lebih lanjut akan difokuskan pada peningkatan efisiensi sistem tenaga surya serta otomatisasi proses agar lebih optimal dalam skala industri. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan UMKM dapat terus berkembang dengan teknologi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Adapun penelitian mengenai oil spinner otomatis berbasis tenaga surya ini dilakukan oleh tim dari mahasiswa ITS yang terdiri dari Ali Musyafa’, Imam Abadi, Harsono, Muhammad Khamim Asy’ari, Chairul Imron, Brian Raafi’u, Muhammad Roy Ashiddiqi, Andi Rahmadiansah, Yunaini Istivani Oktavia, Laila Puji Hudaningrum, Regina Putri Setianingtias, dan Norhalimah.
Tim ini berasal dari berbagai departemen di ITS, termasuk Departemen Teknik Fisika, Departemen Matematika, serta Departemen Teknik Instrumentasi. Dengan inovasi ini, mereka bertujuan untuk membantu UMKM dalam meningkatkan kualitas produk kerupuk melalui teknologi tepat guna yang lebih efisien dan ramah lingkungan.