NAWACITAPOST.com - Yogyakarta bukan hanya tentang keindahan budaya dan arsitektur, tapi juga melalui kelezatan kuliner yang tak terbantahkan. Di sepanjang jalur filosofi Kota Gudeg ini, tersembunyi kelezatan yang tak terlupakan.
Ketiga tempat ini bisa menjadi perwakilan dari banyaknya kuliner lezat yang bisa dinikmati di sepanjang sumbu filosofi Jogja. Penasaran? Ayo, nikmati kelezatan Jogja yang tak terlupakan di sini!
Berikut adalah tiga kuliner khas Yogyakarta yang patut dicicipi di sepanjang sumbu filosofi.
Baca Juga: Gibran Dapat Giliran Pertama Sampaikan Visi Misi dalam Debat Cawapres
1. Soto Lenthok Pak Gareng
Jalan Pangeran Mangkubumi menjadi saksi kelezatan Soto Lenthok Pak Gareng, tempat yang wajib dikunjungi untuk sarapan di Yogyakarta. Soto yang mengundang banyak pengunjung ini menawarkan cita rasa yang khas, dibuktikan dengan antusiasme para pelanggan yang tidak hanya penasaran, tetapi juga kembali sebagai pelanggan setia. Rasanya yang khas bisa dinikmati dengan harga terjangkau, hanya Rp. 12.000.
2. Lupis Mbah Satinem
Jangan lewatkan kuliner legendaris yang disajikan langsung oleh Mbah Satinem di Jalan Pangeran Diponegoro. Lupis yang dipotong dengan benang kasur, disandingkan dengan gatot, cenil kenyal, dan manisnya gula merah yang meleleh pada parutan kelapa, menciptakan harmoni cita rasa yang sempurna di lidah. Di waktu pagi, antara jam 06.00 hingga 09.00, nikmatilah lezatnya Lupis Mbah Satinem.
3. Warung Brongkos Handayani
Warung yang sudah berdiri sejak tahun 1975 ini menjadi pilihan terakhir kami. Terletak di daerah Alun-Alun Selatan, Warung Brongkos Handayani menyajikan menu lengkap dari brongkos, soto, hingga nasi pecel.
Cocok untuk sarapan dengan cita rasa yang unik, bukan hanya menjual brongkos, tapi juga soto dan nasi pecel dengan harga terjangkau mulai dari Rp16.000 hingga Rp40.000. Tak heran banyak pengunjung yang kembali untuk menikmati cita rasa yang khas dari brongkos Handayani.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Solo Traveling Anti Mainstream, Cocok untuk Healing yang Tak Terlupakan
Mengelilingi Jogja bukan hanya menjelajahi wisata budaya, tapi juga menjelajahi kelezatan kuliner yang menggoda selera, terutama di sekitar sumbu filosofi yang baru saja ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.