nasional

Inilah 9 Tersangka Skandal Korupsi Pertamina Patra Niaga Beserta Perannya    

Kamis, 27 Februari 2025 | 16:27 WIB
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. (X)

4. Yoki Firnandi, Direktur Utama PT Pertamina International Shipping

Saat pengadaan impor minyak mentah dan produk kilang, ia melakukan mark up kontrak pengiriman.

5. Muhammad Kerry Adrianto Riza, Beneficial Owner PT Navigator Katulistiwa

Ia mendapatkan keuntungan transaksi dari mark up kontrak pengiriman yang dilakukan Yoki Firnandi. Negara harus membayar fee sebesar 13-15 persen. Storage PT Orbit Terminal Merak miliknya menjadi tempat blending produk kilang pada jenis RON 88 dengan RON 92 agar dapat menghasilkan RON 92.

6. Dimas Werhaspati, Komisaris PT Navigator Katulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim

Bersama Gading Ramadhan Joedo, ia melakukan komunikasi dengan Agus Purwono untuk memperoleh harga tinggi (spot) pada saat syarat belum terpenuhi dan mendapatkan persetujuan dari Sani Dinar Saifuddin untuk impor produk kilang. Ia juga mendapatkan keuntungan transaksi dari mark up kontrak pengiriman yang dilakukan Yoki Firnandi. Negara harus membayar fee sebesar 13-15 persen.

7. Gading Ramadhan Joedo, Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak

Bersama Dimas Werhaspati, ia melakukan komunikasi dengan Agus Purwono untuk memperoleh harga tinggi (spot) pada saat syarat belum terpenuhi dan mendapatkan persetujuan dari Sani Dinar Saifuddin untuk impor produk kilang. Ia juga terlibat bersama Muhammad Kerry Adrianto Riza terkait blending produk kilang pada jenis RON 88 dengan RON 92 agar dapat menghasilkan RON 92.

Baca Juga: Puasa Tetap Bugar! Jangan Konsumsi 5 Makanan Ini Saat Sahur  

8. Maya Kusmaya, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga

Bersama Edward Corne, ia melakukan pembelian bahan bakar minyak RON 90 atau lebih rendah dengan harga RON 92 atas persetujuan Riva Siahaan. Ia memerintahkan sekaligus memberikan persetujuan kepada Edward Corne untuk melakukan blending produk kilang pada jenis RON 88 dengan RON 92 agar dapat menghasilkan RON 92.

Ia juga bersama Edward Corne melakukan pembayaran impor produk kilang dengan metode penunjukan langsung yang seharusnya dengan metode pemilihan langsung. Metode pembayaran ini membuat PT Pertamina Niaga membayar dengan harga tinggi ke mitra usaha. Selain itu, ia mengetahui dan menyetujui adanya mark up dalam kontrak shipping yang dilakukan oleh Yoki Firnandi yang membuat PT Pertamina Patra Niaga mengeluarkan fee 13-15 persen secara melawan hukum.

9. Edward Corne, VP Trading Operation Pertamina Patra Niaga.

Bersama Maya Kusmaya, ia melakukan pembelian bahan bakar minyak RON 90 atau lebih rendah dengan harga RON 92 atas persetujuan Riva Siahaan. Ia menerima perintah Maya Kusmaya untuk melakukan blending produk kilang pada jenis RON 88 dengan RON 92 agar dapat menghasilkan RON 92.

Baca Juga: Wakil Bupati Majalengka Sidak Pasar, Temukan Kenaikan Harga Sayur dan Daging

Halaman:

Tags

Terkini