nasional

OPINI: Megawati Tak Pernah Benci dan Dendam  

Kamis, 27 Februari 2025 | 08:26 WIB
Lawyer dan Analis Politik, Saiful Huda Ems (SHE). (Istimewa)

 

NAWACITAPOST.COM - Belakangan ini ramai di media sosial mengenai pernyataan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer (Noel), yang menyebut bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyimpan dendam dan kebencian terhadap Presiden Prabowo Subianto. Hal ini dikaitkan dengan instruksi Megawati kepada seluruh kader PDIP yang menjabat sebagai kepala daerah untuk tidak menghadiri acara Retret Kepala Daerah di Magelang.

Padahal, jika mencermati instruksi Megawati yang sebenarnya, ia tidak melarang kader-kadernya untuk hadir, melainkan hanya menunda keberangkatan mereka ke retret tersebut. Instruksi tersebut sangat wajar mengingat beberapa hal.

Pertama, dasar hukum dari retret itu masih belum jelas. Kedua, Megawati menginginkan kewaspadaan dari seluruh kadernya, terutama setelah ia melihat adanya ketidakadilan yang dilakukan penguasa terhadap Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Hasto ditahan oleh KPK dalam kasus yang masih bias, tanpa bukti keterlibatan yang jelas, serta tanpa adanya kerugian keuangan negara.

Ketiga, sebagai satu-satunya tokoh perempuan yang pernah menjabat sebagai presiden dan telah mengalami berbagai perlakuan tidak adil sejak era Orde Baru, Megawati sangat peka terhadap segala bentuk ketidakadilan, baik yang diarahkan kepadanya maupun kepada partainya. Oleh karena itu, sangatlah wajar jika ia mengimbau kadernya untuk mewaspadai pergerakan lawan politik yang dapat merugikan PDIP.

Citra Maja City menawarkan berbagai kemudahan untuk memiliki rumah impian. (Citra Maja)

Siapa pun yang mengikuti sejak awal kasus yang menjerat Hasto Kristiyanto tentu memahami bahwa ia hanyalah korban kriminalisasi pihak tertentu yang sejak lama menargetkannya. Tujuan akhirnya bukan sekadar menjatuhkan Hasto, melainkan menghancurkan PDIP dan menyingkirkan Megawati dari partai yang dipimpinnya.

Hasto hanyalah sasaran antara sasaran utamanya adalah menyingkirkan Megawati dan mengambil alih PDIP. Pihak yang memiliki tujuan tersebut bukanlah orang luar, melainkan pihak dari dalam PDIP sendiri yang telah berkhianat dan kini telah dipecat dari partai.

Orang tersebut berambisi kembali ke PDIP dengan terlebih dahulu menyingkirkan tokoh-tokoh besarnya, yaitu Megawati dan Hasto. Lalu, siapa lawan politik utama PDIP dan kedua tokoh ini? Semua orang pasti bisa menjawabnya, Jokowi dan keluarganya.

Baca Juga: Tagar #KaburDuluAja Viral, Ini 3 Negara yang Jadi Pilihan WNI di Luar Negeri  

Oleh karena itu, sangat tidak tepat jika Immanuel Ebenezer menuding Megawati menyimpan kebencian dan dendam terhadap Presiden Prabowo Subianto. Ini adalah kesalahan besar. Sejarah mencatat bahwa jika bukan karena jasa Megawati, yang meminta serta menjamin kepulangan Prabowo Subianto dari pengasingannya di Yordania, maka hingga kini Prabowo mungkin masih berstatus sebagai buronan negara.

 

Saiful Huda Ems (SHE)
Lawyer dan Analis Politik

Tags

Terkini