Jumat, 5 Juni 2026

Hari Sumpah Pemuda, Ini Sejarah dan Makna Didalamnya

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Sabtu, 28 Oktober 2023 | 09:43 WIB
Hari Sumpah Pemuda, Ini Sejarah dan Makna Didalamnya | Foto : @medianawacita
Hari Sumpah Pemuda, Ini Sejarah dan Makna Didalamnya | Foto : @medianawacita




RAPAT KETIGA, GEDUNG INDONESISCHE CLUBGEBOUW






“Pramuka tanpa semangat kebangsaan bukanlah Pramuka…” (Theo Pangemanan)





Rapat ketiga, sore hari, Minggu, 28 Oktober 1928, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Kemudian Ramelan mengemukakan tentang gerakan kepanduan yang tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan. Theo Pengamanan menyampaikan bahwa pandu sejati adalah pandu berdasarkan semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air Indonesia.









Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” oleh Wage Rudolf Supratman melalui lantunan biola. Lagu tersebut disambut dengan sangat antusias oleh peserta kongres. Kemudian kongres ditutup dengan pembacaan sebuah keputusan oleh Sugondo Djojopuspito. Keputusan ini dirumuskan oleh Mohammad Yamin.





PUTUSAN KONGRES PEMUDA-PEMUDA INDONESIA





Kerapatan pemuda-pemuda Indonesia diadakan oleh perkumpulan-perkumpulan pemuda Indonesia yang berdasarkan kebangsaan dengan namanya Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Islamieten, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar2 Indonesia.





Membuka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober tahun 1928 di negeri Djakarta:


Halaman:

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini