Jumat, 5 Juni 2026

Nawacita Survey Indonesia, Ganjar-Prabowo Jika Dipasangkan Pasti Menang Telak

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Kamis, 28 September 2023 | 19:23 WIB
Henry Mendrofa, Nawacita Survei Indonesia
Henry Mendrofa, Nawacita Survei Indonesia

NAWACITAPOST.COM - Herry Mendrofa selaku peneliti dari Nawacita Survey Indonesia menyoroti tiga aspek dalam menjalani sasaran survei antara lain aspek sosial, ekonomi dan politik.

Hal itu diungkapkan Herry Mendrofa terkait hasil survei nasional, menakar kepuasan publik dan arah politik tahun 2024 yang digelar di Acasia Dine & Bar, Kuningan, Jakarta Selatan.

“Kita melaksanakan survei terhadap aspek kesejahteraan sosial, kemudian aspek ekonomi, serta aspek perilaku pemilih terhadap calon pemimpin nasional kedepan, termasuk simulasi calon dan wakil presiden,” kata Herry Mendrofa saat menggelar jumpa pers perdana Nawacita Survey Indonesia, Kamis, 28 September 2023.

Herry Mendrofa melakukan survei dengan metode Multistage random sampling (MRS) ini melibatkan 1220 responden dari 38 Provinsi di Indonesia.

-
Henry Mendrofa, Nawacita Survei Indonesia (kiri)

Adapun Margin of Error (MoE) +2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen selama proses survei berlangsung yang dilakukan oleh Nawacita Survei Indonesia ini.

Nawacita Survey Indonesia yang berada dibawah naungan Media Nawacita Indonesia ini, Herry Mendrofa secara tidak langsung juga menyoroti Ganjar Pranowo serta Prabowo Subianto.

Herry Mendroga menyebut Ganjar Pranowo ada kemungkinan dan peluang besar sebagai bakal calon presiden ini akan diduetkan dengan Prabowo Subianto.

Hal itu disebut lantaran adanya probalitas secara pengalaman, Ganjar Pranaowo pernah memimpin di bidang pemerintahan dan legislatif mulai dari DPR RI hingga Gubernur Jawa Tengah.

Sedangkan, Prabowo Subianto ahli di bidang pertahaan dan saat ini Ketum Gerindra tersebut menjalani tugas sebagai Menteri Pertahanan RI.

Dengan pengalaman tersebut, probalitas Ganjar Pranowo lebih tinggi bahkan citranya positif di pulau Jawa khususnya Jawa Tengah.

Peluang Ganjar Pranowo memiliki visi dan misi satu frekuensi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, Ganjar memiliki elektablitas yang baik dari berbagai lembaga survei Indonesia termaksud Nawacita Survey Indonesia.

“Hasil ini pun menempatkan Ganjar Pranowo sebagai figur atau tokoh yang mumpuni dalam bidang ini dengan meraih 24,59 persen, disusul oleh Prabowo Subianto yang meraup 20,49 persen,” kata Herry Mendrofa.

-
Nawacita Survei Indonesia. (foto dari Kiri, Direktur Utama Media Nawacita Indonesia: Otoli Zebua, Faigiziduhu Ndruru: Komisaris, Henry Mendrofa, Nawacita Survei Indonesia, Beesokhi Ndruru, Direktur, Kornelius Wau, Moderator

Anies Baswedan yang dipilih oleh 12,30 persen, Ridwan Kamil yang mendapatkan 7,38 persen, Sandiaga Uno 7,21 persen, Erick Thohir 6,31 persen, Tri Rismaharini 4,92 persen.

Kemudian ada nama Mahfud MD 4,51 persen, Airlangga Hartarto 3,52 persen, Puan Maharani 2,46 persen, Muhaimin Iskandar 2,05 persen, Yenny Wahid 1,07 persen, Andika Perkasa 0,90 persen, AHY 0,82 persen, Arsjad Rasyid 0,57 persen, nama lain 0,49 persen, tidak menjawab atau tidak tahu 0,41 persen.

Herry Mendrofa menyebutkan juga untuk Partai Politik (Parpol) yang dianggap mampu memenuhi harapan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan yakni PDI Perjuangan yang meraih 23,36 persen, lalu disusul oleh Partai Gerindra yang mendapatkan 18,28 persen, dan Partai Golkar 17,13 persen.

“Kemudian Partai Demokrat sebesar 10,08 persen, PKB 8,28 persen, Partai Nasdem 7,3 persen, PKS 5,98 persen, Perindo 4,34 persen, PAN 1,72 persen, lalu PPP hanya mendapat 1,07 persen, PSI 0,41 persen, Partai Hanura 0,25 persen, Partai Buruh 0,16 persen, PBB 0,16 persen, Partai Ummat, Partai Gelora, Partai Garuda dan PKN masing-masing mendapat 0,08 persen. Praktis, hanya 1,15 persen yang tidak menjawab atau tidak tahu,” tutur Herry Mendrofa. (****)

https://www.youtube.com/live/VPesQqTlykI?feature=shared

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini