Jumat, 5 Juni 2026

TNI dan Polri Tindak KST Pegunungan Bintang Papua, Satu Orang Terluka Dan Meninggal Dunia

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Senin, 25 September 2023 | 09:53 WIB
TNI dan Polri tindak tegas KST
TNI dan Polri tindak tegas KST

NAWACITAPOST.COM - Aparat Gabungan TNI dan POLRI kembali menunjukkan ketegasannya dalam menindak preman bersenjata di Pegunungan Tengah Papua.

TNI dan Polri yang terdiri dari Satgas Damai Cartenz, Satgas Yonif 310 Pam Perbatasan, Satgas Mandala, dan Satgas Yapen berhasil menindak Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua.

Hal itu dikarenakan KST mengganggu keamanan dengan melakukan serangan kepada masyarakat sipil seperti pembakaran serta penembakan di area sekitar Oksibil Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Satgas TNI dan Polri bukan hanya membuat KST kelompok Ananias Ati Mimin melarikan diri, namun juga berhasil menembak mati satu orang KST bernama Ricky Sasaka dan melukai satu KST, Jumat (22/9/2023).

Satu anggota KST tersebut ditembak hingga tewas ketika akan menyerang pesawat sipil yang sedang persiapan mendarat di Bandara Oksibil, ibukota Pegunungan Bintang.

Sementara KST lainnya ditindak dan dihalau ketika akan mendekati Kota Oksibil.

Aksi brutal KST memang sudah keterlaluan lantaran KST Pegunungan Bintang ini terlibat dalam berbagai gangguan keamanan dan aksi kriminal.

KST telah terlibat gangguan dan pembunuhan terhadap masyarakat sejak awal tahun 2023.

KST menyerang dan merampok masyarakat hingga meresahkan pemerintah kabupaten dan aparat desa jika tidak menyetor sejumlah uang kepada mereka.

KST terlibat berbagai gangguan pada lalu lintas penerbangan di sekitar bandara, menembak aparat Brimob yang berpatroli hingga tewas, menembak aparat Satpos PP, membakar rumah dinas DPRD dan kios warga hingga ludes.

Ironisnya, KST tersebut banyak memulai operasi dari Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Wilayah pegunungan yang seharusnya aman dan damai, berubah menjadi sarang KST karena keterbatasan jangkauan aparat pertahanan dan keamanan negara.

Menegaskan apa yang sudah disampaikan Kasatgas Humas Damai Cartenz beberapa hari lalu, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi GN Suriastawa ketika dimintai keterangan terkait tertembaknya anggota KST Papua di Oksibil juga membenarkan kejadian tersebut.

“Benar satu KST anak buah dari Ananias Ati Mimin telah tertembak mati, satu lagi luka-luka terkena tembakan, lalu lainnya melarikan diri saat pasukan gabungan TNI-POLRI melakukan pengejaran,” ujar Kapen dalam keterangan pers yang diterima Nawacitapost.

"Keberhasilan penindakan KST di Pegunungan Bintang ini adalah wujud sinergitas TNI-Polri. Prajurit TNI turut aktif mendukung operasi penegakan hukum yang dilakukan Kepolisian, maka TNI akan melindungi masyarakat Papua dari teror KST, namun TNI akan menindak dan mengejar terus keberadaan KST Bersenjata yang telah membuat keonaran," paparnya.

Penindakan tersebut diharapkan sebagai efek jera bagi kelompok pemuda Papua Pegunungan yang sudah salah jalan menjadi preman bersenjata yang sangat menghambat pembangunan.

Dengan peristiwa tersebut, masyarakat diharapkan tetap tenang dan terus membangun, karena pemerintah hanya menindak KST bersenjata, sementara rakyat sipil sudah pasti dilindungi.

Menurutnya, anak-anak muda Papua Pegunungan yang saat ini terlibat premanisme bersenjata mulai bersadar, bahwa mereka dihasut oleh kelompok-kelompok oportunis politik yang ingin memanfaatkan sepak terjang dan aksi kriminal.

Hal itu dikarenakan hanya mencari popularitas dengan simbol ingin memerdekakan Papua.

Padahal, Papua sudah merdeka sejak bergabung NKRI dan saat ini tugas generasi muda Papua Pegunungan seharusnya adalah belajar dan ikut serta dalam pembangunan. (*****)

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini