NAWACITApost.com – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyerahkan bantuan 10 gerobak kepada penerima manfaat. Pembagian gerobak mie instan, merupakan terobosan terkini Kemeterian Sosial (Kemensos) untuk mengakselerasi penanganan kemiskinan.
“Lho, kok baunya enak sekali ini. Saya jadi lapar padahal sudah makan tadi,” tutur Mensos Risma sambil bergurau.
Penyerahaan gerobak dilakukan bebarengan dengan acara Wisuda Sarjana Terapan dan Magister Terapan Pekerjaan Sosial di Poltekesos, Bandung, Jawa Barat. Risma menuturkan bahwa Kemensos melalui Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekessos) Bandung selalu mengawal para penerima manfaat agar terus bisa produktif.
Risma berpesan, agar gerobak yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan. “Sering terjadi, habis menerima bantuan, eh gerobaknya dijual. Nah ini jangan sampai terjadi. Kementerian Sosial melalui Poltekessos akan terus melakukan monitor agar Warmindo ini bisa terus jalan,” kata Mensos.
Selain itu, Risma juga berpesan kepada para penerima manfaat untuk mengatur keuangan secara efektif. Penghasilan meningkat hendaknya tidak diimbangi dengan meningkatnya perilaku konsumtif.
Oleh karena itu, lanjut Risma, Kemensos akan memberikan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan. “Ini nanti para mahasiswa, pembimbing, instruktur itu juga bisa mengajarkan mereka cara mengelola keuangan. Jangan sedikit-sedikit langsung pengen beli mobil. Harus diajarkan caranya biar modal tetap berputar, usaha tetap jalan,” tambah Risma.
Gerobak Warmindo beserta isinya merupakan hasil kerja sama dari Poltekessos Bandung dan PT Indofood sebagai upaya untuk pengentasan kemiskinan. Penyaluran bantuan ini merupakan sarana bagi mahasiswa dan mahasiswi Poltekessos, khususnya yang tergabung dalam UKM HIPMI PT (Poltekessos) Bandung untuk terjun langsung mempraktikkan ilmu selama belajar.
Poltekessos menargetkan 100 Warmindo selama tahun 2023, dimulai dengan 10 gerobak yang diresmikan oleh Mensos tersebut. Penerima manfaat telah diseleksi sebelumnya dengan melibatkan dinas sosial dan juga para pendamping sosial.
Saat ini, Poltekessos menyasar warga Bandung dan sekitarnya yang telah terdaftar di DTKS, tetapi tidak menerima bantuan. Warga yang terdaftar ini, selanjutnya diseleksi lagi oleh para pendamping untuk ditentukan siapa yang benar-benar berhak menerima bantuan dan bertekad untuk mengubah nasibnya.
Setelah ditentukan penerima manfaat yang disertai oleh satu orang pendamping (pasangan, orang tua, maupun anak), mahasiswa dan mahasiswi Poltekessos beserta instruktur dari PT Indofood akan memberikan pelatihan. Materinya meliputi bagaimana menyiapkan menu, mengolah, menyajikan dan strategi mengembangkan pasar.